Stadion GBLA Ditinjau AFC, Persib Dapat PR Menjelang Kompetisi Asia

Utusan Konfederasi Sepakbola Asia, AFC, meninjau Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang menjadi calon venue pertandingan kandang PERSIB di kompetisi Asia musim 2025/26 pada Kamis, 3 Juli 2025. (PERSIB.co.id/M. Jatnika Sadili)
Utusan Konfederasi Sepakbola Asia, AFC, meninjau Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang menjadi calon venue pertandingan kandang PERSIB di kompetisi Asia musim 2025/26 pada Kamis, 3 Juli 2025. (PERSIB.co.id/M. Jatnika Sadili)

MERAHPUTIH I BANDUNG — Persib Bandung bersiap menghadapi tantangan baru di kancah sepak bola Asia. Menyusul kepastian tampil di kompetisi antarklub Asia musim 2025/2026, calon markas Maung Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), ditinjau langsung oleh utusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Kamis (3/7/2025).

Kunjungan perwakilan AFC itu dilakukan dalam rangka verifikasi teknis terhadap kesiapan Stadion GBLA sebagai venue pertandingan kandang Persib di ajang tersebut. Verifikasi ini merupakan prosedur wajib yang ditetapkan AFC bagi setiap klub peserta kompetisi level kontinental.

Dalam proses peninjauan, utusan AFC melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek stadion. Pemeriksaan meliputi fasilitas utama seperti ruang ganti pemain, ruang wasit, hingga akses keluar masuk untuk awak media dan area tribun penonton.

"Peninjauan dilakukan secara menyeluruh. Mereka sangat detail melihat standar-standar yang ditentukan AFC," kata Manajer Operasional Stadion GBLA, Rafid Tamma, yang mendampingi langsung tim AFC dalam kunjungan itu.

Dari hasil inspeksi tersebut, tim AFC memberikan sejumlah catatan kepada pihak pengelola. Menurut Rafid, catatan itu sebagian besar berkaitan dengan kebutuhan teknis dan kenyamanan fasilitas pendukung, terutama di sektor ruang ganti dan akses menuju tribun stadion.

"Ada beberapa catatan yang memang harus kami lengkapi. Tapi secara umum, stadion sudah memenuhi banyak persyaratan dasar," ujarnya.

Rafid menyatakan bahwa pihak pengelola stadion, bersama manajemen Persib, akan segera menindaklanjuti temuan dan rekomendasi dari AFC. Ia optimistis, dengan waktu yang tersisa sebelum kompetisi dimulai, perbaikan bisa segera dilakukan dan rampung tepat waktu.

"Setelah ini kami akan menyusun laporan resmi untuk disampaikan ke AFC. Kami juga akan menunggu respons dan arahan lanjutan. Harapannya, dengan waktu yang ada, kami bisa menyesuaikan dan memenuhi standar yang diminta," tuturnya.

Stadion GBLA sejatinya telah menjadi kandang utama Persib dalam beberapa musim terakhir di Liga 1. Namun, tampil di ajang Asia membawa konsekuensi teknis tersendiri. Standar kelayakan yang ditetapkan AFC tergolong ketat, mencakup aspek kenyamanan, keamanan, hingga infrastruktur siaran.

Bagi Persib, lolos ke kompetisi Asia bukan sekadar prestasi, tapi juga momen untuk memperkuat eksistensi klub di tingkat regional. Terlebih, laga kandang di Bandung juga berpotensi mengangkat citra kota sebagai tuan rumah event berskala internasional.

Pemerintah Kota Bandung sendiri sebelumnya telah menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penggunaan GBLA sebagai venue laga kandang Persib di ajang Asia. Sejumlah pembenahan fasilitas bahkan telah dirintis sejak awal tahun ini.

Dengan adanya kunjungan resmi dari AFC, kini langkah-langkah konkret tinggal menunggu eksekusi. Jika semua catatan mampu dipenuhi, maka GBLA dipastikan akan menjadi saksi kembalinya atmosfer kompetisi Asia di tanah Parahyangan sebuah momen yang sudah lama dinantikan pendukung Persib.

Sebagaimana proses yang berlaku di AFC, verifikasi stadion tidak berhenti di tahap inspeksi awal. Setelah laporan dikirim dan perbaikan dilakukan, tim AFC berhak melakukan kunjungan lanjutan untuk memastikan kesiapan venue secara keseluruhan sebelum memberikan persetujuan final.

Persib sendiri belum mengumumkan secara resmi stadion kandang untuk kompetisi Asia nanti. Namun, besar kemungkinan GBLA tetap menjadi opsi utama, mengingat kapasitas, lokasi strategis, serta keterikatan historis dengan klub dan suporter.

Di sisi lain, tantangan logistik dan teknis masih mengintai. Perbaikan sarana, koordinasi dengan pemerintah daerah, hingga kesiapan keamanan menjadi elemen krusial yang tidak boleh diabaikan. Namun bagi Persib, ini adalah momen untuk naik kelas, bukan hanya sebagai klub peserta, tetapi juga sebagai representasi wajah profesionalisme sepak bola Indonesia di level Asia. (red)

Editor : Redaksi