Jawa Timur Genjot Produksi Susu, Gandeng Swasta Impor 3.300 Sapi Perah Bunting dari Australia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengupayakan peningkatan produksi susu sapi untuk suplai kebutuhan masyarakat Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengupayakan peningkatan produksi susu sapi untuk suplai kebutuhan masyarakat Jawa Timur

MERAHPUTIH I PROBOLINGGO — Upaya mewujudkan swasembada susu nasional kembali didorong dari Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan komitmen itu dengan mengawal langsung kedatangan 1.080 ekor sapi perah bunting asal Australia, hasil kolaborasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk melalui anak usahanya, PT Santosa Agrindo Lestari (Santori), bersama PT Greenfields Indonesia.

Sapi perah jenis Holstein-Jersey itu akan dikembangkan bersama peternak mitra di lima wilayah sentra susu Jatim: Malang, Blitar, Kediri, Pasuruan, dan Kota Batu. “Ini bukan sekadar impor sapi. Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional lewat peningkatan produksi susu segar,” kata Khofifah, Selasa (15/7).

Impor ini dilakukan sebagai respons atas tingginya ketergantungan Indonesia terhadap susu impor yakni sekitar 79 persen dari kebutuhan nasional. Sapi-sapi tersebut akan menjadi bagian dari program kemitraan, memastikan hasil susu peternak terserap melalui skema off taker oleh Greenfields.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan pascawabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat memangkas populasi sapi perah Jatim dari 305.708 ekor (2021) menjadi 282.364 ekor (2022), dan turut menurunkan produksi harian dari 1.219 ton menjadi 1.014 ton (-16,8 persen).

Kini, populasi kembali meningkat menjadi 292.265 ekor pada akhir 2024, menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan kontribusi tertinggi, yakni 60 persen dari total populasi sapi perah nasional.

Selain PT Greenfields Indonesia, dua perusahaan lain—PT Bumi Rojokoyo (Banyuwangi) dan PT Bumi Kironggo Joyo (Bondowoso)—juga turut menambah populasi dengan mengimpor 2.200 ekor sapi perah. Total, 3.300 ekor sapi perah bunting telah masuk Jatim sepanjang 2025.

Tak berhenti di situ, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menyebut PT Greenfields siap menambah 10.000 ekor sapi lagi untuk mendukung operasional farm barunya di Blitar. “Kami siap mendukung penuh dari sisi perizinan dan karantina,” ujarnya.

Komisaris Utama JAPFA, Syamsir Siregar, menegaskan bahwa program ini tak hanya soal peningkatan produksi, tapi juga membangun keberlanjutan. “Kunci dari semua ini adalah pemberdayaan peternak. Maka pembinaan dan dukungan teknis akan terus kami lakukan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap langkah ini menjadi model kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan peternak dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis susu segar nasional. (red)

Editor : Redaksi