Bojan Hodak Bangun Kebersamaan di Thailand: “Jika Akrab di Luar, Harmonis di Lapangan”

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak dan asisten pelatih Igor Tolic. (PERSIB.co.id/Barly Isham)
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak dan asisten pelatih Igor Tolic. (PERSIB.co.id/Barly Isham)

MERAHPUTIH I  CHIANG MAI – Pelatih PERSIB Bandung, Bojan Hodak, tak hanya membangun kekuatan fisik dan taktik dalam pemusatan latihan (TC) di Thailand. Lebih dari itu, pelatih asal Kroasia ini tampak menempatkan kebersamaan dan keharmonisan antarpemain sebagai pondasi penting dalam membangun tim yang solid.

Selama lima hari berada di Negeri Gajah Putih, Hodak mengamati betul proses adaptasi para pemain, khususnya mereka yang baru bergabung untuk musim kompetisi 2025/2026. Ia menilai suasana di dalam tim semakin kondusif seiring waktu, dan keakraban mulai terbentuk secara alami.

“Saya rasa suasananya semakin membaik setiap hari,” kata Hodak usai sesi latihan ringan, Selasa (22/7/2025). “Kemarin kami libur. Kami pergi sore hari bermain padel, lalu malamnya mereka makan malam bersama. Ini semua hal-hal kecil, tapi penting.”

Momen kebersamaan itu terjadi pada Senin (21/7), ketika skuad diberi waktu istirahat dari latihan berat. Alih-alih diisi dengan aktivitas individu, para pemain justru memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan bersama: olahraga ringan, berbagi cerita, hingga makan malam dalam satu meja. Menurut Hodak, kebersamaan seperti inilah yang akan menjadi dasar dari kerja sama di lapangan.

Bagi pelatih yang sudah malang melintang di kancah sepak bola Asia Tenggara ini, harmoni di luar lapangan merupakan cerminan dari kekompakan saat bertanding. Menurutnya, ketika para pemain saling mengenal secara pribadi, rasa saling percaya akan tumbuh lebih kuat dalam permainan.

“Perlahan-lahan Anda bisa melihat bahwa mereka semakin akrab. Mereka saling memahami dengan lebih baik,” tuturnya. “Begitu mereka berteman di luar lapangan, mereka juga akan baik-baik saja di lapangan.”

Bukan tanpa alasan Hodak menaruh perhatian besar pada dinamika sosial tim. Di musim ini, PERSIB kembali mengusung ambisi tinggi setelah hasil kompetisi sebelumnya belum memuaskan sepenuhnya. Hodak menyadari, selain teknik dan taktik, faktor emosional dan mental punya pengaruh besar terhadap performa tim dalam menghadapi tekanan kompetisi.

Ia juga menilai bahwa pemain baru perlu waktu untuk melebur dalam kultur PERSIB, yang dikenal memiliki tekanan tinggi karena ekspektasi besar dari suporter. Melalui momen kebersamaan di Thailand ini, Hodak berharap proses itu berjalan lebih lancar dan alami.

“Bukan cuma soal latihan. Ini tentang bagaimana mereka saling membuka diri. Jadi ketika nanti menghadapi situasi sulit di lapangan, mereka sudah saling percaya, saling tahu kekuatan dan karakter satu sama lain,” ungkapnya.

TC di Thailand menjadi fase awal yang penting bagi Hodak dalam membangun fondasi tim untuk musim baru. Dan sejauh ini, ia merasa apa yang dirancang berjalan sesuai rencana. Kekompakan tumbuh, senyum mulai sering terlihat, dan chemistry pelan-pelan terbangun.

Bagi Hodak, sepak bola bukan hanya soal strategi. Ini adalah tentang manusia, emosi, dan ikatan. “Kalau mereka bisa tertawa bersama hari ini, besar kemungkinan mereka juga bisa berjuang bersama nanti,” tutupnya. (red) 

Editor : Redaksi