Lima Penghargaan Sekaligus, Jawa Timur Perkuat Komitmen Menuju Lumbung Talenta Nasional
MERAHPUTIH I MALANG - Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun birokrasi berbasis kinerja dan talenta kembali memperoleh pengakuan. Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi CASN 2024 dan Manajemen Talenta yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (24/7), Pemprov Jatim menerima lima penghargaan sekaligus dari BKN.
Kelima penghargaan itu mencakup berbagai aspek pengelolaan aparatur sipil negara (ASN), antara lain peringkat pertama kategori Manajemen Pencantuman Gelar dan Implementasi Manajemen ASN Terbaik (I-Mut), serta penghargaan dalam kategori Layanan Penetapan NIP, Layanan Pensiun, dan Penyelenggaraan Titik Lokasi Mandiri Seleksi CASN 2024.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa capaian ini bukan semata-mata hasil administratif, tetapi cerminan dari tekad membangun birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada masa depan.
"Alhamdulillah, ini menjadi penyemangat kami untuk terus menghadirkan birokrasi yang efektif, efisien, adaptif, dan berdampak. Kami ingin Jatim menjadi role model sekaligus lumbung talenta nasional,” ujar Khofifah.
Lebih dari sekadar penghargaan, Pemprov Jatim kini tengah serius mengembangkan manajemen talenta berbasis digital melalui kolaborasi dengan ESQ Corporation. Sejauh ini, sebanyak 34 ribu aparatur telah mengikuti tes DNA Talenta secara daring, dan sekitar 200 mentor disiapkan untuk mendampingi pengembangan talenta ASN.
"Melalui tes ini, kita bisa memetakan karakter dan potensi masing-masing ASN. Ini akan memudahkan dalam distribusi SDM secara lebih tepat dan efisien,” ujar Khofifah.
Tak berhenti pada sektor pemerintahan, pendekatan manajemen talenta ini juga akan diperluas hingga ke dunia pendidikan. Pemprov Jatim berencana mengidentifikasi potensi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan SLB.
"Kami ingin mengenali potensi anak-anak sejak dini. Ini bagian dari upaya membangun Jawa Timur sebagai gudang talenta Indonesia, bukan hanya dari sisi ASN, tapi juga dari generasi muda,” ungkap Khofifah.
Rapat koordinasi ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Timur untuk mendukung implementasi manajemen talenta di daerah masing-masing. Langkah ini disambut positif oleh Kepala BKN.
Prof. Zudan menyebut Jawa Timur sebagai provinsi yang sangat potensial menjadi pusat pengembangan talenta nasional mengingat besarnya jumlah penduduk dan kekayaan sumber daya manusia yang dimiliki.
“Apa yang dilakukan Bu Khofifah sangat strategis. Jawa Timur memang layak menjadi lumbung talenta nasional,” ujar Zudan.
Rangkaian penghargaan dari BKN tersebut menjadi pengakuan atas keseriusan Pemprov Jatim dalam membangun sistem birokrasi yang bukan hanya responsif terhadap tuntutan zaman, tapi juga siap menghadapi tantangan masa depan dengan SDM unggul. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih