PERSIB Tancap Gas Lagi: Latihan Tertutup Jadi Sinyal Serius Hadapi Liga dan Play-Off Asia

Miro Petric, pelatih fisik Maung Bandung
Miro Petric, pelatih fisik Maung Bandung

MERAHPUTIH I BANDUNGUsai menuntaskan laga uji coba internasional melawan tim asal Australia, Western Sydney Wanderers, PERSIB Bandung langsung mengunci gerbang Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (5/8/2025). Bukan untuk menyepi dari publik, tapi untuk menyusun strategi dan menata kekuatan menjelang dua medan tempur penting: Super League Indonesia dan babak play-off AFC Champions League Two musim 2025/26.

Tak banyak yang bisa mengintip apa yang terjadi di balik dinding-dinding megah GBLA hari itu. Namun satu hal pasti: pelatih kepala Bojan Hodak sedang menyalakan mesin tempurnya. Sang arsitek asal Kroasia, yang tak pernah bermain-main soal persiapan, kembali menempatkan presisi dan disiplin sebagai pilar utama latihan.

Di tengah atmosfer latihan tertutup itu, ada satu nama yang mencuri perhatian: Miro Petric, pelatih fisik Maung Bandung yang juga berasal dari Kroasia. Ia menjadi juru bicara dari kondisi terbaru skuad biru langit. Lewat komentarnya kepada media, Petric mengungkapkan bahwa kondisi tim saat ini berada dalam jalur positif.

"Semua pemain tampak segar dan bersemangat. Dua hari libur memberikan dampak positif, baik fisik maupun psikologis. Mereka kembali ke lapangan dengan energi baru," ujar Petric, yang dikenal sebagai sosok perfeksionis dalam mengukur kebugaran pemain.

Latihan kali ini memang bukan hanya soal peningkatan taktik dan stamina, tapi juga soal pemulihan. Beberapa pemain pilar yang sebelumnya sempat dirundung masalah kebugaran mulai menunjukkan progres menggembirakan. Saddil Ramdani, winger lincah yang sempat absen, telah kembali bergabung dengan tim.

"Saddil sudah ikut berlatih penuh. Sementara Ramon dan Patricio juga mulai pulih. Kami harap mereka mencapai 100 persen saat menghadapi Semen Padang," tegas Petr

Nama Ramon Tanque de Andrade Souza dan Patricio Matricardi memang krusial. Dua pemain asing ini punya peran vital di sektor belakang dan serangan PERSIB. Ramon dengan postur dan kemampuannya sebagai penyerang tangguh, sedangkan Patricio adalah palang pintu yang menjadi fondasi utama lini pertahanan.

Dengan status mereka yang mulai membaik, PERSIB bisa bernapas lega. Apalagi jadwal kompetisi domestik dan internasional akan berjalan nyaris beriringan. Butuh rotasi cerdas dan stamina prima agar tim tetap kompetitif di dua arena sekaligus.

Laga pertama Super League menghadapi Semen Padang bukan sekadar partai pembuka. Ini adalah ujian pertama sejauh mana PERSIB bisa mengaplikasikan hasil pramusim, termasuk uji coba lawan tim luar negeri.

Meski tim berjuluk Kabau Sirah itu bukan unggulan, sejarah mencatat bahwa mereka kerap menyulitkan PERSIB, terutama saat bermain ngotot dan mengeksploitasi sisi sayap.

Di sisi lain, tantangan play-off AFC Champions League Two juga menanti dalam waktu dekat. Di turnamen kasta kedua Asia itu, PERSIB dituntut untuk unjuk taji di level regional — bukan hanya demi gengsi klub, tapi juga membawa nama Indonesia ke panggung sepak bola Asia.

Latihan tertutup kali ini bukan sekadar menyembunyikan taktik dari mata lawan. Ini adalah bentuk keseriusan Maung Bandung dalam membangun kekuatan dari dalam. Tak ada panggung sorotan, tak ada selebrasi latihan. Hanya peluh, taktik, dan semangat kolektif yang bergemuruh di dalam stadion kosong.

Satu pesan yang ingin ditegaskan Bojan Hodak dan tim kepelatihannya: PERSIB tak sedang bermain-main musim ini.

Dengan modal skuad yang semakin komplet, pemulihan cedera yang berjalan baik, dan atmosfer internal yang terjaga, PERSIB tampak siap menantang dua panggung sekaligus: juara liga domestik dan penakluk Asia. (red) 

Editor : Redaksi