PERSIB Siap Tempur di Laga Pembuka Super League 2025/26, Bojan Hodak Fokus Benahi Lini Belakang
MERAHPUTIH I BANDUNG - Hiruk-pikuk pramusim mulai memudar, berganti dengan tensi persiapan yang makin membara. Di balik tembok latihan Stadion Sidolig, PERSIB Bandung tengah memoles setiap sisi kekuatan demi menatap laga pembuka Super League 2025/26 dengan kepala tegak. Lawan pertama mereka bukan tim sembarangan: Semen Padang, tim promosi yang sedang naik daun. Pertarungan ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 9 Agustus 2025 mendatang.
Di tengah tekanan ekspektasi dan atmosfer kompetisi yang mulai menghangat, pelatih kepala PERSIB, Bojan Hodak, memimpin skuad Maung Bandung dengan ketelitian seorang arsitek. Ia tahu, musim ini bukan sekadar tentang memenangkan laga demi laga ini adalah tentang membangun fondasi yang kokoh untuk musim panjang, termasuk kampanye mereka di AFC Champions League Two.
"Evaluasi adalah makanan sehari-hari kami," ujar pelatih asal Kroasia itu dalam sesi jumpa pers selepas latihan. “Kami sadar ada banyak hal yang harus kami perbaiki. Terutama karena banyaknya pemain baru. Kami tidak bisa hanya mengandalkan semangat, tetapi juga pemahaman taktik dan chemistry antar pemain.”
Musim ini, PERSIB memang tampil dengan wajah segar. Di lini tengah, dua gelandang anyar bergabung dan menjadi sorotan karena dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor permainan. Namun, adaptasi menjadi tantangan tersendiri.
“Dua gelandang baru kami cukup menjanjikan. Tapi mereka perlu waktu untuk menyatu dengan sistem permainan dan rekan satu tim. Itulah kenapa pembenahan di lini tengah juga sangat kami fokuskan,” ujar Hodak dengan nada penuh perhitungan.
Namun perhatian utama sang pelatih tampaknya tertuju pada sektor pertahanan. Tidak tanggung-tanggung, PERSIB merekrut tiga bek baru: Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Frans Purtos. Nama-nama ini bukan sembarang pemain. Mereka datang dengan pengalaman dan kualitas, tetapi lagi-lagi: kekompakan adalah kunci.
“Kami tahu, lini belakang yang solid adalah dasar dari tim yang kuat. Julio, Matricardi, dan Purtos punya kualitas individu yang bagus. Tapi sepak bola bukan soal satu lawan satu. Mereka harus paham pergerakan satu sama lain, komunikasi, serta transisi saat diserang. Kami sedang fokus penuh ke situ,” tegas Hodak.
Dengan target ganda, domestik dan kontinental PERSIB tak punya ruang untuk kesalahan. Super League 2025/26 adalah medan perang yang menuntut konsistensi, sementara AFC Champions League Two akan menjadi ujian seberapa dalam kualitas skuad mereka.
“Kami butuh kedalaman, bukan hanya starting eleven yang kuat. Musim ini panjang, dan kami harus siap menghadapi berbagai situasi, dari cedera sampai rotasi. Saya ingin semua pemain bisa tampil dengan performa yang stabil,” jelas Hodak.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu juga menegaskan bahwa fans akan memainkan peran penting dalam perjalanan musim ini. “Saya tahu betapa pentingnya dukungan Bobotoh. Kami ingin tampil menghibur, tapi juga efektif. Kami ingin membawa kembali kejayaan ke Bandung.”
Menjelang duel kontra Semen Padang, sesi latihan PERSIB semakin intens. Latihan taktik, simulasi pertandingan, hingga penajaman skema bola mati menjadi menu harian. Hodak tampak tak ingin melewatkan satu detail pun.
Semen Padang sendiri bukan tim yang bisa diremehkan. Meski berstatus tim promosi, mereka dikenal militan dan memiliki daya dobrak tinggi. Hodak menyadari itu.
“Mereka akan datang tanpa beban, dan itu bisa sangat berbahaya. Tapi kami bermain di rumah sendiri. Kami harus tunjukkan siapa yang berkuasa di GBLA,” pungkasnya. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih