Kepala Dindik Jatim Dorong Mahasiswa Baru Unesa Jadi "Game Changer" Pembangunan Daerah
MERAHPUTIH I SURABAYA - Optimisme Jawa Timur dalam mencetak generasi unggul kembali ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Di hadapan 1.825 mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Aries mengajak kaum muda tidak hanya berhenti pada status akademik, tetapi juga berperan nyata sebagai penggerak pembangunan daerah.
"Jawa Timur memiliki potensi luar biasa dalam mencetak SDM unggul dan berkualitas. Kesempatan untuk maju terbuka lebar bagi kita semua," ujar Aries saat menyampaikan kuliah umum, Kamis (21/8).
Aries menggambarkan Jawa Timur sebagai provinsi strategis dengan 38 kabupaten/kota dan ribuan desa. Posisi geografisnya yang ditopang Pelabuhan Tanjung Perak menjadikan provinsi ini sebagai pusat gravitasi logistik di kawasan timur Indonesia.
Namun, lanjut Aries, potensi itu harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusianya. Saat ini, lebih dari 70 persen penduduk Jawa Timur berada di usia produktif. Kondisi ini ibarat pedang bermata dua, bisa menjadi kekuatan pembangunan, tetapi juga ancaman jika tidak dikelola dengan baik.
"Kalau hanya diam, bisa jadi beban. Jadi, sebagai mahasiswa baru, kalian adalah aset penting. Gunakan masa muda ini untuk belajar, berkarya, dan berinovasi," tegasnya.
Aries menyoroti perkembangan ekonomi Jawa Timur yang bertumpu pada sektor pertanian, industri, dan perdagangan. Menurutnya, generasi Alfa dan generasi Z punya peluang besar untuk terlibat, baik melalui dunia kerja maupun dunia usaha. Namun, tantangan terbesar ada pada kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
"Kuliah adalah jalan untuk menyiapkan diri agar bisa masuk ke ekosistem ekonomi ini," kata Aries.
Ia mengingatkan bahwa angka pengangguran terbuka, khususnya dari kalangan muda, masih menjadi persoalan yang harus dituntaskan. Karena itu, mahasiswa harus membekali diri dengan keterampilan, pengalaman, serta jejaring yang kuat.
Era revolusi industri 4.0 membawa tantangan baru berupa kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robot, big data, hingga teknologi digital yang kian masif. Aries menekankan pentingnya sikap adaptif, mau belajar hal baru, dan berani berinovasi.
"Pemerintah Jawa Timur sudah menyiapkan berbagai program, mulai dari beasiswa, pelatihan kerja, double track SMA, cerdas digital, hingga pemberdayaan pesantren melalui semangat IKI (inisiatif, kolaborasi, inovasi). Semua itu untuk memperkuat daya saing SDM kita," paparnya.
Ia menambahkan, sejarah selalu digerakkan oleh para game changer—mereka yang memberi makna baru dan mengubah arah dunia. "Mahasiswa Unesa juga bisa menjadi game changer di era teknologi," imbuhnya.
Menutup pesannya, Aries menyampaikan bahwa 2025 harus menjadi momentum optimisme Jawa Timur. Pemulihan ekonomi, pembangunan manusia, serta penciptaan lapangan kerja diyakini mampu membawa provinsi ini bangkit lebih kuat.
"Sebagai mahasiswa baru, kalian adalah bagian dari optimisme ini. Mari kita songsong masa depan dengan penuh percaya diri," pungkasnya. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih