Debut Tertunda, Adam Przybek Masih Berjuang Pulihkan Cedera
MERAHPUTIH I BANDUNG – Harapan Bobotoh untuk melihat aksi penjaga gawang anyar PERSIB, Adam Przybek, di bawah mistar belum juga terwujud. Kiper asal Inggris itu kembali harus menepi lantaran mengalami cedera engkel yang membuat debut resminya bersama Maung Bandung di Super League 2025/26 tertunda.
Setelah melewatkan dua laga awal akibat hukuman larangan bermain yang dibawanya dari klub sebelumnya, kini giliran masalah kebugaran yang menghalangi langkahnya. Cedera pada engkel kanan yang dialami Przybek membuat ia dipastikan absen kala PERSIB bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8).
“Adam masih dalam tahap pemulihan pasca re-injury pada engkel bagian kanan. Kami terus melakukan observasi intensif dan memantau perkembangan kondisinya setiap hari,” jelas dokter tim PERSIB, dr. Wira Prasetya.
Menurut Wira, durasi pemulihan kiper berusia 24 tahun itu diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua pekan. Namun, kepastian kapan Przybek bisa kembali merumput tetap bergantung pada respons tubuhnya terhadap program terapi.
Situasi ini tentu membuat ekspektasi Bobotoh kembali tertahan. Sejak diumumkan bergabung, Przybek diharapkan bisa menjadi jawaban bagi lini terakhir PERSIB. Namun, sang pemain mengaku harus realistis menghadapi kondisi tubuhnya.
“Engkel saya perlahan membaik, tapi untuk saat ini saya belum bisa tampil. Fokus saya hanya pada pemulihan dan mengikuti arahan tim medis. Soal kapan bisa bermain, kita lihat nanti,” ujar Przybek saat ditemui di sesi latihan ringan.
Przybek pun enggan memaksakan diri untuk turun di laga pekan depan. “Entahlah, mungkin terlalu dini untuk pertandingan berikutnya. Kita lihat saja,” tambahnya.
Ketidakhadiran Przybek jelas menambah pekerjaan rumah bagi pelatih PERSIB. Dengan jadwal padat Super League, rotasi pemain menjadi krusial. Apalagi, laga kontra PSIM diprediksi berlangsung ketat karena tim tuan rumah tengah dalam tren positif.
Meski demikian, PERSIB masih memiliki opsi di sektor penjaga gawang. Nama-nama pelapis yang lebih dulu mengenal atmosfer kompetisi tanah air diyakini siap mengisi kekosongan. Namun, publik tentu menunggu momen pertama kali Przybek mengenakan seragam biru di pertandingan resmi.
Hingga pekan ketiga, perjalanan Przybek di Super League 2025/26 ibarat film yang tertunda penayangannya. Ia datang dengan reputasi, membawa semangat baru, tetapi harus bersabar melewati rintangan berlapis, mulai dari hukuman disiplin hingga cedera engkel.
Bagi Bobotoh, kesabaran ini diharapkan terbayar ketika sang kiper akhirnya berdiri di bawah mistar, menjaga gawang PERSIB dengan performa yang sesuai ekspektasi. Sementara itu, sang pemain dan tim medis masih berfokus pada satu hal: memastikan Przybek kembali dalam kondisi prima, bukan sekadar buru-buru tampil. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih