Surabaya Cetak Sejarah Baru: 1.361 RW Kompak Perangi TBC
MERAHPUTIH I SURABAYA - Kota Pahlawan kembali mengukir prestasi membanggakan. Pemerintah Kota Surabaya berhasil menorehkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi spektakuler "Merdeka TBC" yang menggelegar serentak di 1.361 Rukun Warga se-Kota Surabaya.
Balai RW 3 Kelurahan Jambangan menjadi saksi bisu momen bersejarah ini. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang akrab disapa Cak Eri dengan tegas menyatakan bahwa perang melawan TBC bukanlah pertempuran solo pemerintah.
"Indonesia masih bertengger di posisi kedua negara dengan penderita TBC terbanyak. Realitas pahit ini tak bisa kita selesaikan sendirian," tegas Cak Eri dengan penuh semangat.
Strategi jitu yang diusung adalah pemberdayaan kekuatan akar rumput: Rukun Tetangga, Rukun Warga, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH). Mereka berperan sebagai garda terdepan yang memantau setiap sudut rumah, mensosialisasikan pentingnya pencegahan, dan memastikan penderita TBC mendapat pengobatan optimal.
Konsep revolusioner "Kampung Pancasila" yang digagas Cak Eri terbukti ampuh menggerakkan ribuan kader. "Rekor MURI hari ini membuktikan Surabaya tidak dibangun satu orang, tetapi bergerak maju bersama seluruh warganya," ungkap Wali Kota dengan bangga.
Lebih dari sekadar pencapaian statistik, rekor ini melambangkan semangat gotong royong yang mengakar kuat dalam jiwa masyarakat Surabaya. Dari warga untuk warga itulah kekuatan sejati Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkap fakta mencengangkan: 27.000 kader kesehatan terlibat dalam misi mulia ini. Setiap kader bertanggung jawab memantau 20 rumah, sebuah rasio yang memastikan tidak ada yang terlewat.
"Kami bertekad menghapus stigma negatif terhadap TBC. Penyakit ini tidak boleh lagi menimbulkan ketakutan," tegas Nanik dengan penuh keyakinan.
Misi ambisius ini bukan sekadar penyebaran informasi, melainkan transformasi mindset masyarakat terhadap TBC dari yang tabu menjadi treatable.
Senior Manager MURI Andre Purwandono memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. "Jumlah lokasi penyuluhan di tingkat RW sebanyak ini belum pernah tercatat sebelumnya di Indonesia," kata Andre.
Rekor ini bukan hanya angka, tetapi manifestasi nyata komitmen luar biasa Pemkot Surabaya dan seluruh warganya dalam membangun kesadaran kolektif.
Dalam momentum bersejarah ini, Cak Eri menitipkan pesan emas kepada seluruh warga Surabaya: jangan menghakimi penderita TBC. Sebaliknya, berikan dukungan dan arahkan mereka untuk berobat.
"Jika ada yang batuk, sarankan pakai masker dan periksa ke Puskesmas. Dengan sinergi dan empati, kita pasti bisa menekan angka TBC dan mencapai eliminasi 2030," pungkas Wali Kota penuh optimisme. (RED)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih