PSI Diminta Tunjuk Hidung Menteri yang Harus Diganti

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin berfoto bersama seluruh anggota Kabinet Indonesia Maju, di teras depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin berfoto bersama seluruh anggota Kabinet Indonesia Maju, di teras depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

MERAH PUTIH | Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belakangan ini gencar menggemakan wacara reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun begitu, partai baru tersebut tidak mengungkapkan pos menteri mana saja yang mesti dibongkar-pasang.

Terkait hal ini, peneliti dari Institut Riset Indonesia (Insis) Dian Permata Dian Permata mengungkapkan, sikap PSI yang tidak menyebut kementerian mana yang menterinya patut diganti sangat disesalkan. Dian lantas menyontohkan Menhub Budi Karya yang berkelakar kalau orang Indonesia itu kebal corona lantaran makan sego kucing.

Kelakar lainnya juga dilontaran oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Sebelumnya, Bahlil pernah menyebut, virus corona sukar masuk Indonesia lantaran berbelit-belitnya proses perizinan. Kelakar itu dilontarkan Bahlil ketika menghadiri agenda Manager Forum XLIV 'Kebijakan Investasi untuk Mendorong Perekonomian Nasional dan Coorporate Busines'.

Di samping Menhub Budi Karya dan kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menkes Terawan pun bisa saja masuk target reshuffle. Sang menkes sebelumnya pernah guyon dengan menyebut obat dari penyakit corona adalah jamu.

Oleh sebab itu, Dian meminta PSI untuk secara tegas menunjuk hidung menteri mana yang harus dicopot. Dengan demikian, gembar-gembor wacana reshuffle PSI dinilai masuk akal, alih-alih mencari panggung politik.

"Rakyat bakal menilai PSI ini hanya ngecap saja tanpa data," tukas Dian. (rml/rga)

Editor : Rangga Putra