PERSIB Siap Jamu Persebaya, Bojan Hodak: Fokus, Bukan Balas Dendam

memberikan keterangan pers menjelang pertandingan pekan kelima Super League 2025/26 melawan Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis, 11 September 2025. (PERSIB.co.id/Suryana Permana)
memberikan keterangan pers menjelang pertandingan pekan kelima Super League 2025/26 melawan Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis, 11 September 2025. (PERSIB.co.id/Suryana Permana)

MERAHPUTIH I BANDUNG – Laga panas kembali tersaji di pekan kelima Super League 2025/26. Setelah rehat sejenak karena jeda FIFA Matchday, PERSIB Bandung akan kembali turun ke lapangan menghadapi tamu berat, Persebaya Surabaya. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (12/9), pukul 15.30 WIB.

Bagi Pangeran Biru, bentrokan ini bukan sekadar pertandingan reguler. Ada memori pahit yang masih teringat dari lawatan terakhir mereka ke Surabaya, 1 Maret 2025 lalu. Kala itu, di hadapan ribuan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo, PERSIB harus menelan kekalahan telak 1-4. Kekalahan yang mencoreng rekor apik mereka pada putaran sebelumnya.

Pelatih Bojan Hodak tak menampik bahwa duel kali ini tak bisa dilepaskan dari cerita lama tersebut. Dalam konferensi pers jelang laga di GBLA, Kamis (11/9), pria asal Kroasia itu sedikit bernostalgia.

“Itu terjadi di Surabaya, apakah benar? Di pertandingan itu saya menurunkan kiper muda (Sheva Sanggasi) dan memainkan striker tambahan (Gervane Kastaneer),” kenang Hodak dengan nada tenang.

Namun, ia buru-buru menegaskan bahwa timnya tidak datang dengan semangat balas dendam. Menurutnya, Super League musim ini menuntut konsistensi, bukan emosi.

“Tidak, kami tidak ada niatan membalas dendam. Ini hanya soal pertandingan yang baru. Saat itu kami unggul dalam hal poin, jadi mengambil risiko bukanlah masalah,” ujarnya.

Hodak lebih memilih mengalihkan energi tim pada fokus strategi dan kesiapan mental. Baginya, pertandingan melawan Bajul Ijo adalah kesempatan penting untuk memperkuat posisi di papan atas sekaligus mengembalikan kepercayaan diri skuad Maung Bandung usai jeda internasional.

“Yang terpenting adalah bagaimana kami bisa tampil disiplin, menjaga konsentrasi, dan memanfaatkan peluang. Liga ini sangat ketat, setiap pertandingan punya makna besar,” tambahnya.

Pertarungan PERSIB kontra Persebaya hampir selalu menjadi magnet perhatian. Rivalitas kedua tim berbalut sejarah panjang, fanatisme suporter, serta intensitas permainan yang tinggi. (red) 

 

Editor : Redaksi