Pemerintah Ingatkan Ancaman Luar, Jatim Fokus Pulihkan Kondisi Pasca Kerusuhan
MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah menegaskan Indonesia tidak lepas dari tekanan eksternal di tengah upaya membangun kemandirian ekonomi. Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Muhammad Isra Ramli, menyebut ada negara-negara maju yang keberatan jika Indonesia tumbuh sebagai negara demokratis sekaligus maju.
“Kalau Indonesia menjadi negara maju, kita yang akan mengelola sumber daya sendiri. Keuntungannya juga untuk bangsa ini. Sementara mereka sudah terbiasa menikmati Indonesia dengan sumber daya manusia rendah,” kata Isra dalam Forum Komunikasi dan Sinkronisasi (FKS) Kemenko Polhukam di Surabaya, Kamis (11/9).
Ia menegaskan upaya Presiden Prabowo Subianto membangun peradaban Indonesia emas tidaklah mudah. Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan BUMDes menjadi fondasi awal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sebelum masuk ke tahap industrialisasi.
“Jangan biarkan fitnah menutupi capaian. Presiden tidak bisa bekerja sendiri. Rakyat harus ikut menopang transformasi besar ini,” tegasnya.
Sementara itu, kondisi Jawa Timur pasca-kericuhan akhir Agustus lalu disebut berangsur pulih. Penjagaan ketat aparat resmi berakhir 9 September, meski kewaspadaan tetap dikedepankan.
“Kondisi Jatim sekarang aman dan kondusif, tapi media sosial harus terus dipantau agar tidak ada provokasi baru,” ujar Eddy. Ia menyoroti rentannya pelajar terpapar arus informasi menyesatkan, sehingga peran sekolah, pesantren, dan kampus menjadi penting dalam membimbing generasi muda.
Eddy juga menegaskan, pemerintah daerah bersama tokoh agama dan masyarakat terus menjaga persatuan. Ia mengingatkan pejabat publik tidak sembarangan membuat pernyataan yang berpotensi memicu gesekan.
“Negara ini besar, yang dibutuhkan sekarang persatuan. Semua langkah pemerintah sudah ditempuh sesuai aturan hukum demi kesejahteraan rakyat,” pungkasnya
Dalam forum yang bertema Meneguhkan Pancasila, Mempersatukan Indonesia itu, hadir pula Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP Toto Purbiyanto, Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto, dan akademisi Unair Suko Widodo.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih