Wapres Minta Maaf, Tanda Pemerintah Menyerah Lawan Corona?

Wakil Presiden Ma'ruf Amien. | ANTARA
Wakil Presiden Ma'ruf Amien. | ANTARA

MERAH PUTIH | Jakarta - Pandemi COVID-19 tidak menunjukkan tanda-tanda menghilang. Bahkan, setiap hari terus saja ada yang meninggal karena terinfeksi virus mematikan tersebut. Lebih-lebih, di sejumlah kota di Indonesia, kasus positif COVID-19 malah meroket, seperti di Kota Surabaya.

Terkait hal ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia, meningkatkan kesabaran karena harus menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah masa pandemik COVID-19.

"Kami, Pemerintah, mohon maaf karena memang bahaya belum hilang. Untuk menghilangkan ini bukan sesuatu yang mudah karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dibanding negara ASEAN lainnya," tuturnya, Jumat (22/5).

Sementara itu, analis politik dan kebijakan publik Universitas Islam Syech Yusuf, Miftahul Adib mengatakan, permintaan maaf dari wapres tersebut punya makna yang bersayap. Rakyat bakal memiliki penafsiran yang beragam.

"Yang negatif, kalau pernyataan wapres itu ditafsirkan pemerintah menyerah menghadapi COVID-19," tutur Adib.

Di lain pihak, pernyataan Ma'ruf Amien tersebut bisa saja dipahami sebagai sambutan terhadap new normal, tata hidup baru selama pandemi COVID-19 merajalela di Indonesia.

"Penyataan itu merupakan kode kalau pemerintah kelihatannya lebih memilih untuk berdamai dengan COVID-19," paparnya. (rml/rga)

Editor : Rangga Putra