Skrining TB Lewat Dokter Speling, Strategi Jateng Hadang Penyakit Sunyi
MERAHPUTIH I BOYOLALI – Di tengah upaya pemerintah memberantas penyakit tuberkulosis (TB), Jawa Tengah tampil gesit dengan inovasi layanan kesehatan keliling. Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) kini menjadi senjata ampuh dalam melakukan deteksi dini terhadap penyakit yang dikenal senyap namun mematikan itu.
Program yang menembus hingga ke pelosok desa ini mendapat pujian langsung dari Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, usai meninjau pelaksanaan Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu (5/11). Peninjauan dilakukan di dua titik, yakni Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, dan Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
“Ini sangat luar biasa. Saya lihat sendiri ada foto rontgen portable di sini, yang sangat efektif untuk mendeteksi penyakit, termasuk TB,” ujar Benjamin, tak menyembunyikan kekagumannya.
Dengan peralatan portable X-ray dan kehadiran dokter spesialis di lapangan, Speling bukan sekadar layanan pemeriksaan biasa. Program ini mampu memetakan potensi penyakit warga mulai dari tuberkulosis, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga tumor dan gangguan paru-paru.
Benjamin menegaskan, bila pola seperti Speling dan CKG diterapkan secara nasional, kualitas kesehatan masyarakat Indonesia akan melesat jauh lebih baik.
“Presiden Prabowo Subianto sudah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis. Ini wujud nyatanya di Jawa Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, penanganan tuberkulosis menjadi fokus utama pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Jateng telah menggulirkan program TB Express yang berjalan beriringan dengan kegiatan Speling dan CKG, serta menggandeng seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota.
“TB ini penyakit lama yang tak boleh diremehkan. Melalui integrasi Speling dan TB Express, kami bergerak serentak dari kota hingga desa,” tegas Luthfi.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, estimasi kasus TB pada 2025 mencapai 107.488 kasus, dengan 73.028 kasus (68%) sudah terdeteksi hingga awal November. Angka itu terus dikejar lewat berbagai inovasi skrining lapangan.
Sejak diluncurkan, Speling dan CKG telah menjangkau 706 desa dan memeriksa lebih dari 10,8 juta warga Jawa Tengah. Untuk layanan pemeriksaan TB, sudah 5,5 juta orang menjalani pemeriksaan, dengan 94.499 orang dites sputum menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM). Dari hasil itu, 2.605 orang teridentifikasi TB sensitif obat, dan 260 orang TB resisten obat.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih