Prabowo Resmikan Pabrik Lotte Chemical di Cilegon: Tonggak Hilirisasi Petrokimia Nasional
MERAHPUTIH I CILEGON – Langit Cilegon tampak cerah saat Presiden Prabowo Subianto menekan tombol sirine peresmian pabrik Lotte Chemical Indonesia (LCI), Kamis (6/11). Dentuman sirine itu seakan menjadi simbol kebangkitan industri petrokimia nasional, babak baru dalam upaya besar memperkuat hilirisasi industri yang selama ini digaungkan pemerintah.
Upacara peresmian berlangsung khidmat. Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema di area pabrik, disusul doa bersama. Sebuah video bertajuk “Proyek Hilirisasi Petrokimia Terintegrasi” diputar, menampilkan perjalanan panjang pembangunan pabrik raksasa ini sejak dimulai pada 2016.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan arti penting proyek ini sebagai wujud kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Ia menekankan bahwa setiap investasi yang membawa manfaat bersama harus dijaga dan dihormati.
“Kehormatan kita adalah menjadi mitra yang dapat dipercaya. Ketika mitra dari luar negeri datang berinvestasi di sini, menanamkan uang hasil kerja keras mereka selama puluhan tahun, dan percaya kepada kita, maka sudah sepatutnya kita mengamankan kepercayaan itu,” ujar Prabowo tegas.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya menyebut bahwa proyek ini menelan investasi mencapai USD 3,9 miliar atau sekitar Rp 62,4 triliun, menjadikannya salah satu investasi petrokimia terbesar di Asia Tenggara.
Menurut Bahlil, kehadiran pabrik ini akan mengubah peta industri nasional. Tak hanya mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga membuka peluang ekspor produk petrokimia ke pasar global.
“Dengan beroperasinya pabrik ini, sekitar 70 persen kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi dari produksi lokal. Sisanya, sekitar 30 persen, akan kita ekspor. Total nilai jual per tahunnya mencapai 2 miliar dolar AS,” jelasnya.
Pabrik LCI memproses naphta menjadi berbagai produk hulu dan hilir petrokimia, mulai dari bahan untuk botol plastik, kabel listrik, hingga bumper mobil. Produk-produk tersebut merupakan bagian penting dari rantai pasok industri manufaktur nasional.
Lebih dari sekadar pabrik, kehadiran LCI di Cilegon diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten. Selain membuka lapangan kerja baru, proyek ini juga memperkuat posisi Indonesia di industri petrokimia global.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih