Pemprov Jatim Dorong Bandara Doho Jadi Pintu Baru Jamaah Haji, Menunggu Lampu Hijau dari Pusat

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mendorong penggunaan Bandara Doho Kediri sebagai pintu alternatif keberangkatan dan kepulangan jamaah haji. Usulan ini disampaikan seiring meningkatnya kebutuhan layanan haji di wilayah Jatim. Namun, keputusan final masih berada di tangan Kementerian Haji dan Umrah.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menegaskan bahwa Bandara Doho telah diajukan sebagai opsi resmi. Meski begitu, hingga kini usulan tersebut belum masuk dalam keputusan menteri.

“Bandara Doho menjadi salah satu alternatif untuk embarkasi haji. Namun sekarang belum masuk dalam keputusan menteri,” ujar Nyono di Surabaya, Minggu (16/11/2025).malam.

Menurutnya, Bandara Doho memiliki keunggulan teknis yang membuatnya layak dipertimbangkan. Salah satunya, landasan pacu yang memungkinkan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 mendarat dengan aman. Jenis pesawat ini mampu mengangkut 450 hingga 500 penumpang dalam satu penerbangan, sehingga dinilai ideal untuk operasional haji.

Sementara itu, kondisi Bandara Juanda saat ini belum mendukung pendaratan pesawat sekelas Boeing 777. Juanda hanya dapat melayani pesawat tipe Airbus 330 karena panjang dan kekuatan landasan yang terbatas.

“Juanda maksimal hanya bisa didarati Airbus 330. Untuk Boeing 777 tidak memungkinkan landing karena kondisi landasan. Perlu perbaikan,” jelas Nyono.

Dorongan ini juga muncul setelah Jawa Timur mendapatkan tambahan kuota haji sebesar 7.000 jamaah pada musim haji 2026. Tambahan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, dalam kunjungan kerjanya ke Surabaya.

Dengan meningkatnya jumlah jamaah, Pemprov Jatim berharap akses dan fasilitas penerbangan dapat ditingkatkan. Bandara Doho pun digadang-gadang sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut—tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. (dpr) 

Editor : Redaksi