Legenda Tak Pernah Benar-Benar Pergi: Made Wirawan Kembali Berdiri di Bawah Mistar PERSIB

I Made Wirawan
I Made Wirawan

MERAHPUTIH I BANDUNG – Dalam sepak bola, ada kalanya sebuah keputusan lahir bukan semata soal strategi, melainkan juga tentang kepercayaan, pengalaman, dan ikatan emosional. Itulah yang kini terjadi di tubuh PERSIB Bandung. Klub kebanggaan Jawa Barat itu resmi mendaftarkan kembali nama besar I Made Wirawan sebagai penjaga gawang aktif pada paruh kedua Super League 2025/26.

Keputusan ini sekaligus menandai kembalinya Made ke lapangan hijau dalam peran ganda yang tidak biasa. Sosok yang telah menyatakan pensiun pada 2023 tersebut kini berstatus sebagai asisten pelatih kiper sekaligus penjaga gawang aktif. Sebuah babak baru dalam perjalanan panjang legenda hidup Maung Bandung.

Made akan mengisi slot penjaga gawang keempat PERSIB, menjadi pelapis bagi Teja Paku Alam, Fitrah Maulana, dan Rhaka Syafaka Bilhuda. Sementara itu, kiper asal Wales, Adam Przybek, diputuskan untuk difokuskan tampil di ajang AFC Champions League Two 2025/26.

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menegaskan bahwa langkah ini diambil murni karena kebutuhan tim. Jendela transfer tengah musim yang terbatas serta sulitnya menemukan kiper berpengalaman menjadi faktor utama yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

“Karena kami memiliki tiga kiper, kami harus memiliki empat. Sekarang adalah saat terakhir untuk mendaftarkan penjaga gawang, dan tidak mudah untuk menemukan penjaga gawang yang bagus pada waktu ini,” ujar Hodak.

Nama Made Wirawan sendiri bukanlah nama sembarangan bagi PERSIB. Bergabung sejak 2012, kiper asal Bali itu telah melewati berbagai fase klub, termasuk mengantar PERSIB meraih gelar Liga Super Indonesia (LSI) 2014—prestasi yang hingga kini masih dikenang Bobotoh.

Ia menutup karier profesionalnya bersama PERSIB pada akhir Liga 1 2022/2023. Laga terakhirnya terjadi saat PERSIB menghadapi Persikabo 1973 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada 15 April 2023. Kala itu, Made meninggalkan lapangan dengan status sebagai legenda, bukan sekadar mantan pemain.

Meski sudah cukup lama tidak tampil dalam pertandingan kompetitif, Bojan Hodak menilai kondisi dan kualitas Made masih berada pada level yang dapat diandalkan, terutama jika situasi darurat mengharuskan dirinya turun langsung ke lapangan.

“Jadi, kami baru saja mendaftarkan Made. Dia akan menjadi penjaga gawang keempat kami. Dia masih cukup baik,” kata pelatih asal Kroasia tersebut.

Namun demikian, Hodak berharap peran Made lebih banyak berkontribusi dari sisi pengalaman dan ketenangan, sementara kiper utama PERSIB tetap berada dalam kondisi bugar hingga akhir musim. Kehadiran Made di ruang ganti dinilai menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi para penjaga gawang muda yang kini tengah berkembang.

Bagi PERSIB, langkah ini bukan sekadar solusi teknis, melainkan juga simbol kontinuitas dan penghormatan terhadap sosok yang telah memberikan dedikasi panjang. Made Wirawan mungkin sempat berpamitan, tetapi seperti banyak legenda lainnya, ia membuktikan bahwa pengabdian sejati pada klub tak pernah benar-benar usai.

Di bawah mistar atau di pinggir lapangan, Made tetap menjadi bagian dari denyut Maung Bandung.(ban)

Editor : Redaksi