Dipermalukan di Jepara! Persebaya Tersungkur, Persijap Hancurkan Asa Bajol Ijo 3-1
MERAHPUTIH I JEPARA - Kekalahan pahit harus ditelan Persebaya Surabaya usai takluk 1-3 dari Persijap Jepara dalam laga pekan ke-22 Super League musim 2025/2026. Bermain di Jepara dalam atmosfer yang panas dan penuh tekanan, Bajol Ijo sempat menyalakan harapan di menit akhir sebelum akhirnya dipastikan pulang tanpa poin.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dalam tensi tinggi. Baru dua menit laga berjalan, Green Force mendapat kesempatan lewat tendangan bebas Francisco Rivera. Bola sempat mengarah berbahaya ke kotak penalti, namun wasit menghentikan situasi karena pelanggaran di area terlarang.
Sepuluh menit pertama menjadi ajang adu tempo. Kedua tim saling membangun serangan cepat, tetapi belum ada peluang bersih yang benar-benar memaksa kiper bekerja ekstra. Ancaman serius pertama datang pada menit ke-15 melalui kaki Lucas Morelatto. Tendangan bebasnya mengarah tepat ke gawang, namun Ernando Ari tampil sigap mengamankan bola.
Tiga menit kemudian, giliran Jefferson Silva mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh. Bola meluncur deras, tetapi kiper Persijap, Sendri Johansyah, berhasil menepisnya dengan refleks yang baik.
Tekanan tuan rumah semakin terasa memasuki menit ke-27. Rahmat Hidayat memanfaatkan bola rebound dan melepaskan tembakan keras. Beruntung bagi Persebaya, Gustavo Fernandes hadir sebagai tembok kokoh untuk memblok ancaman tersebut.
Gol yang ditunggu publik Jepara akhirnya lahir pada menit ke-32. Penyerang asing Persijap, Iker Guarrotxena, memanfaatkan situasi satu lawan satu dengan Ernando Ari. Dengan tenang ia mengecoh sang kiper sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Skor berubah 1-0 untuk Laskar Kalinyamat.
Persebaya tak tinggal diam. Semenit berselang, Alfan Suaib mengirim umpan silang matang dari sisi kiri. Bruno Moreira yang menyambut bola langsung melepaskan tembakan, namun si kulit bundar masih melambung tipis di atas mistar. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Persijap kembali tampil agresif. Baru dua menit laga berjalan, Borja Herrera hampir menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan salah umpan Jefferson Silva. Sepakannya keras, namun masih melebar dari sasaran.
Momen krusial terjadi pada menit ke-52. Wasit Yoko Suprianto sempat menunjuk titik putih usai sundulan Gustavo Fernandes dianggap mengenai tangan Diogo Brito. Namun keputusan itu dianulir setelah tinjauan VAR. Persebaya harus mengubur harapan mendapatkan penalti.
Memasuki satu jam pertandingan, Bajol Ijo meningkatkan intensitas serangan. Dominasi penguasaan bola tak mampu diterjemahkan menjadi peluang emas. Pertahanan Persijap tampil disiplin dan rapat.
Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-71. Alexis Nahuel Gómez lolos dari kawalan dan melepaskan sepakan keras ke tiang dekat. Ernando gagal menjangkau bola. Skor berubah menjadi 2-0 dan stadion bergemuruh.
Upaya respons cepat dilakukan pelatih Persebaya dengan memasukkan Riyan Ardiansyah pada menit ke-73 untuk menambah daya dobrak. Peluang emas sempat hadir lima menit kemudian ketika Gustavo Fernandes berdiri bebas di dalam kotak penalti. Namun lagi-lagi penyelesaian akhir menjadi masalah, bola melayang di atas mistar.
Situasi semakin sulit setelah Rachmat Irianto menerima kartu merah langsung pada menit ke-86 akibat pelanggaran keras. Bermain dengan sepuluh orang membuat beban Persebaya kian berat.
Di tengah tekanan dan waktu yang menipis, asa sempat menyala. Pada menit 90+4, wasit memberikan penalti setelah Gali Freitas dilanggar di kotak terlarang. Bruno Moreira maju sebagai algojo dan dengan tenang mengarahkan bola ke tengah gawang. Skor berubah 2-1 dan harapan comeback terbuka.
Namun drama belum usai. Ketika Persebaya mencoba menekan habis-habisan di sisa waktu, celah di lini belakang kembali dimanfaatkan tuan rumah. Pada menit 90+11, Iker Guarrotxena mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan 3-1 untuk Persijap.
Hasil ini membuat Persebaya tertahan di posisi kelima klasemen sementara Super League dengan koleksi 35 poin. Sementara Persijap sukses mengamankan tiga poin penting di kandang dan menjaga momentum dalam persaingan papan atas.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Bajol Ijo. Evaluasi di lini belakang dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa lagi ditunda jika ingin tetap bersaing dalam perburuan gelar musim ini.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih