Ramadan Menguatkan Solidaritas, Pemprov Jatim Kucurkan Rp16 Miliar Lebih untuk Warga Probolinggo
MERAHPUTIH I PROBOLINGGO – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bertempat di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (23/2/2026), Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan sosial (bansos) tahun 2026 bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Sebelum menyerahkan bantuan, Gubernur Khofifah bersama Mohammad Haris terlebih dahulu meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana alam banjir di Kabupaten Probolinggo. Peninjauan tersebut menjadi wujud kepedulian langsung terhadap masyarakat dan infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Langkah itu sekaligus menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya dalam bentuk bantuan materiil, tetapi juga empati dan respons cepat di lapangan.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menghadirkan kesejahteraan dengan kemandirian di masing-masing keluarga,” ungkapnya.
Menurutnya, bansos yang disalurkan bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan bagian dari desain besar penguatan ketahanan sosial dan ekonomi. Termasuk di dalamnya program pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang diarahkan untuk menopang kemandirian desa.
Ia menegaskan bahwa seluruh program tersebut disinergikan dengan agenda pembangunan kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Kami bersinergi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota agar kesejahteraan masyarakat bisa semakin merata,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, melaporkan total bantuan yang dikucurkan untuk Kabupaten Probolinggo mencapai Rp16.018.700.000.
Rinciannya, bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp8,65 miliar. Sementara dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebesar Rp7,443 miliar.
“Untuk Kabupaten Probolinggo, bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp8,65 miliar. Sementara dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebesar Rp7,443 miliar. Total yang disalurkan hari ini lebih dari Rp16 miliar,” jelasnya.
Tak hanya bansos reguler, sejumlah program pemberdayaan desa juga digulirkan. Program Desa Berdaya diberikan kepada Desa Pabean, Kecamatan Dringu, sebesar Rp100 juta. Program Jatim Puspa Plus disalurkan kepada Desa Alastengah (Kecamatan Paiton), Desa Gending (Kecamatan Gending), dan Desa Tempuran (Kecamatan Bantaran) dengan total Rp201,5 juta.
Selain itu, pemberdayaan BUMDesa juga diberikan kepada Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar, sebesar Rp100 juta.
Program-program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperkuat usaha mikro, serta membuka lapangan kerja baru di tingkat lokal.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menyampaikan apresiasi atas perhatian khusus Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap wilayahnya, terlebih di tengah tantangan pascabencana dan kebutuhan penguatan ekonomi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Ibu Gubernur. Kehadiran beliau bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga energi dan semangat luar biasa bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan dari Pemprov Jatim menjadi penguat komitmen Pemkab Probolinggo dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, diharapkan bantuan yang digelontorkan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, melainkan benar-benar menjadi penggerak perubahan bagi keluarga-keluarga penerima manfaat di Kabupaten Probolinggo. (dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih