Persebaya Bangkit di GBT, Tumbangkan PSM dan Pulihkan Kepercayaan Diri
MERAHPUTIH I SURABAYA - Kemenangan tipis namun sarat makna diraih Persebaya Surabaya usai menundukkan PSM Makassar dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (26/2) malam. Hasil tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan juga penawar luka setelah dua laga sebelumnya menghadirkan kekecewaan bagi publik Bajol Ijo.
Di bawah sorotan lampu stadion dan gemuruh ribuan Bonek serta Bonita, Green Force tampil dengan determinasi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Mereka seolah tak ingin mengulang cerita pahit yang sempat terjadi. Dominasi di babak pertama menjadi bukti keseriusan tuan rumah. Pergerakan cepat dari sisi sayap, kombinasi satu-dua sentuhan di lini tengah, hingga tekanan tinggi membuat PSM lebih banyak bertahan.
Meski demikian, persoalan klasik kembali muncul: efektivitas. Dari total 20 percobaan sepanjang pertandingan, hanya enam yang mengarah tepat ke gawang. Namun sepak bola tak selalu soal kuantitas. Satu momen presisi sudah cukup untuk mengubah arah cerita. Gol tunggal yang tercipta menjadi pembeda sekaligus pelepas tekanan yang sempat membebani.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui fase sulit yang dialami timnya lahir dari detail-detail kecil yang tak tertangani dengan baik. Dalam konferensi pers seusai laga, ia menyoroti bagaimana kesalahan minor bisa berujung mahal.
“Tentu saja. Tidak ada yang suka kalah. Saat melawan Bhayangkara di sini, laga kandang terakhir kami, mereka punya tiga peluang dan mencetak gol. Gol pertama dari bola mati. Kami juga punya peluang saat itu tapi tidak mencetak gol. Di Jepara pun sama, gol dari bola mati, kami punya peluang tapi tidak gol,” ujarnya lugas.
Evaluasi tersebut tampak membuahkan hasil. Persebaya bermain lebih disiplin dalam mengantisipasi bola mati dan lebih sabar membangun serangan. Transisi bertahan ke menyerang berjalan lebih rapi. Intensitas tetap terjaga hingga menit akhir, menunjukkan kematangan emosional yang sebelumnya sempat goyah.
Bagi Tavares, kemenangan memiliki dampak psikologis yang tak ternilai. “Sangat penting bagi kami untuk menang. Karena dengan menang, pemain merasa senang dan mendapatkan kepercayaan diri. Sebagai pelatih, melatih tim yang menang sangat berbeda dengan melatih tim yang kalah dan tidak punya kepercayaan diri,” tegasnya.
Atmosfer GBT kembali membuktikan diri sebagai benteng moral. Dukungan tanpa henti dari tribun menghadirkan energi tambahan yang mendorong para pemain menjaga fokus. Di tengah tekanan kompetisi yang kian ketat, sinergi antara tim dan suporter menjadi modal berharga.
Namun waktu untuk larut dalam euforia tak banyak. Tantangan berikutnya sudah menunggu. Persebaya akan menghadapi ujian berat saat bersua Persib Bandung pada Senin (2/3). Laga itu diprediksi berlangsung sengit mengingat kualitas individu yang dimiliki kubu Maung Bandung.
Tavares menegaskan timnya harus mempertahankan sikap dan etos kerja yang sama. “Saya berharap dengan kemenangan ini, pemain lebih percaya diri. Karena laga berikutnya melawan Persib yang punya skuad bagus. Kami harus fokus dengan sikap yang sama seperti hari ini,” pungkasnya.
Kemenangan atas PSM mungkin hanya bernilai satu gol di papan skor. Namun bagi Persebaya, ini lebih dari sekadar angka. Ini tentang mengembalikan keyakinan, memulihkan mentalitas, dan menegaskan bahwa Bajol Ijo belum selesai berbicara dalam persaingan musim ini.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih