Gubernur Khofifah Indar Parawansa Tinjau Pasar Murah di Kalibaru, Tekankan Stabilitas Harga dan Pemberdayaan UKM Lokal
MERAHPUTIH I BANYUWANGI – Upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok terus digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kali ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar di Kantor Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (28/2).
Kegiatan ini menjadi titik ke-29 pelaksanaan Pasar Murah sepanjang tahun 2026. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri, kehadiran Pasar Murah dinilai strategis untuk menjaga daya beli sekaligus memastikan distribusi logistik berjalan lancar.
“Tahun 2026 ini adalah titik Pasar Murah yang ke-29. Harapan kita, kita bisa melakukan stabilisasi harga, kita bisa mendekatkan penjangkauan,” ujar Khofifah di sela-sela peninjauan.
Ia menegaskan bahwa Pasar Murah bukanlah kompetitor pasar tradisional. Karena itu, penyelenggaraannya diarahkan agar tidak berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan rakyat. Menurutnya, lokasi yang ideal justru berada di tengah komunitas pemukiman warga agar manfaatnya lebih terasa langsung.
“Saya selalu berpesan, jangan berdekatan dengan pasar tradisional karena Pasar Murah ini bukan kompetitor pasar tradisional. Pastikan ini lebih dekat dengan komunitas pemukiman masyarakat,” tegasnya.
Langkah ini, lanjutnya, penting terutama dalam momentum menjelang hari besar keagamaan, ketika kebutuhan logistik keluarga cenderung meningkat. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam Pasar Murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Daging ayam yang di pasaran mencapai Rp42.000 per kilogram, dijual Rp30.000. Telur ayam yang biasanya berada di kisaran Rp30.000–Rp31.000, tersedia dengan harga Rp22.000. Gula pasir dijual Rp14.000, Minyak Kita Rp13.000, serta beras SPHP Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 untuk kemasan 5 kilogram.
“Harapan kita semua bisa mendekatkan pada penjangkauan harga untuk memenuhi kebutuhan logistik rumah tangga,” imbuhnya.
Tak hanya berfokus pada stabilisasi harga, Pasar Murah juga menjadi ruang promosi bagi produk usaha kecil dan menengah (UKM) setempat. Beragam produk lokal ditampilkan berdampingan dengan komoditas pokok, membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Khofifah menyebut, pola ini merupakan bentuk konvergensi kebijakan antara pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi lokal. Produk-produk UKM yang dinilai potensial akan melalui proses kurasi untuk dapat dipasarkan lebih luas, bahkan menembus pasar yang lebih besar.
“Jadi sebenarnya ini proses konvergensi, di antara stabilisasi harga, pengendalian inflasi, sekaligus menemukenali produk-produk lokal yang siap dikurasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial secara langsung kepada masyarakat. Sebanyak 28 sak beras masing-masing seberat 5 kilogram diberikan kepada para lanjut usia. Selain itu, 55 kantong telur disalurkan untuk anak-anak dan ibu hamil sebagai bentuk dukungan pemenuhan gizi keluarga.
Penyerahan bantuan ini menjadi simbol kehadiran pemerintah yang tidak hanya mengintervensi pasar dari sisi harga, tetapi juga memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian khusus.
Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen terus memperluas jangkauan Pasar Murah di berbagai daerah. Diharapkan, langkah ini mampu menjaga stabilitas harga, menekan laju inflasi, serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi secara aman dan terjangkau.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih