Jalan dan Kampung di Surabaya Banjir Lagi, Warga Kritik Proyek Saluran Air

Banjir di jalan raya Kertajaya menuju kampus ITS, Surabaya, Kamis (28/5).
Banjir di jalan raya Kertajaya menuju kampus ITS, Surabaya, Kamis (28/5).

MERAH PUTIH | Surabaya- Hujan deras di Kota Surabaya sejak Kamis siang (28/5), membuat beberapa kawasan terendam air. Hingga pukul 16.25 WIB, hujan belum juga reda. Selain menggenangi ruas jalan, kampung-kampung juga banjir.

Informasi yang diperoleh, genangar air terlihat di kawasan Kendangsari, Rungkut, Jagir Wonokromo, kawasan Manyar ITS, Kertajaya, Tenggilis, Simo, dan Petemon. Kawasan ini  direndam banjir dengan ketinggian sekitar 15-20 centimeter.

Menurut foto yang dikirimkan para netter, tinggi banjir bervariasi. Sebagian besar banjir setinggi mata kaki orang dewasa. Bahkan ada merendam rumah warga dan dan fasilitas umum seperti yang terjadi di kawasan Tenggilis.

Jesi, salah satu warga Tenggilis berujar, sejak diguyur hujan Kamis (28/05) siang hingga sore ruang teras rumahnya terendam air. Meski hujan tak selebat bulan Februari lalu, namun rumahnya sering berdampak dari aliran genangan air hujan." Iya banjir mas ini padahal gak seberapa deras seperti Februari lalu. Bahkan sekarang hujan jelang sore ini sudah reda dan rintik-rintik," ujar ibu rumah tangga ini.

Senada juga diamini Syukur yang sehari-harinya melintas di kawasan Kertajaya. Jalan ini terendam banjir sekitar 20 centimer. Namun dirinya tetap nekat melintasi jalan tersebut, pasalnya untuk mengantarkan pesenan order dari kliennya.

"Hujannya gak seberapa deras tapi jalanan di Kertajaya sudah tergenang air mas. Mungkin saluran airnya petugas kurang memperhatikan kebersihan yang tersendat sampah," katanya.

Ia menduga Surabaya yang masih dilanda banjir ini akibat adanya kesalahan pelaksana proyek saluran air yang tidak sesuai dengan spesifikasi pada dokumen lelang. Karena berdasar dari pengamatannya saluran air di Surabaya, kebanyakan dibangun menurutnya asal-asalan tanpa melihat topografi.

"Kan banyak mas kawasan di Surabaya ini kalau hujan selalu jadi langganan banjir coba mas amati pembangunan box culvert depan mall Royal Plaza hingga depan RSI. Secara kasat mata bagus, namun secara topografi melenceng dan sering terjadi banjir kan di situ," keluh Syukur ini kepada Harian Merah Putih.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi Surabaya, Jawa Timur akan hujan pada Kamis (28/5/2020). Melansir instagram @infobmkgjuanda, Surabaya akan hujan lokal  pada pukul 13.00, 16.00, dan 19.00 WIB. Pada pukul 22.00 WIB, cuaca akan cerah berawa. Suhu di Surabaya akan berada di kisaran 26-33 derajat celsius dengan kecepatan angin 30 KM per jam. Kelembaban 55-95 persen.

Di Sidoarjo, hujan disertai petir akan terjadi pada pukul 13.00 WIB. Sedangkan pada pukul 16.00 WIB akan terjadi hujan lokal. Pada pukul 19.00 dan 22.00 WIB, cuaca akan cerah berawan. Suhu di Sidoarjo akan terjadi di kisaran 25-32 derajat celsius dengan kecepatan angin 20 KM per jam. Kelembaban 60-95 persen.

Hujan lokal akan terjadi di Gresik, Jawa Timur pada pukul 13.00, 16.00, dan 19.00 WIB. Sedangkan pada pukul 22.00 WIB akan cerah berawan. Suhu di Gresik akan berada di kisaran 26-33 derajat celsius dengan kecepatan angin 20 KM per jam. Kelembaban di Gresik berada di kisaran 55-95 persen.

BMKG Juanda juga merilis peringatan dini tiga harian di Jawa Timur untuk mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat. Pada siang hingga sore hari di Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri. (ton)

Editor : Ali Mahfud