Persebaya Tancap Gas Usai Jeda Lebaran, Tavares Soroti Disiplin Pemain

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dalam memimpin sesi latihan tim. (Persebaya)
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dalam memimpin sesi latihan tim. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Usai menikmati jeda kompetisi selama kurang lebih dua pekan dalam rangka Hari Raya Idulfitri, skuad Persebaya Surabaya kembali menggeber persiapan. Tim berjuluk Bajol Ijo itu mulai berkumpul dan menjalani latihan perdana pada Senin (23/3) sore di Lapangan C Gelora Bung Tomo.

Latihan yang dipimpin langsung oleh pelatih Bernardo Tavares berlangsung dalam tempo cukup intens. Para pemain tampak langsung menyatu dengan program latihan yang diberikan, menunjukkan keseriusan menyambut kembali bergulirnya kompetisi Super League.

Tavares mengungkapkan, kondisi umum pemain terpantau cukup menggembirakan meski sempat menjalani masa libur. Ia menilai para pemain mampu menjaga profesionalisme, terutama dalam hal kebugaran.

“Secara keseluruhan kondisi mereka positif. Berat badan para pemain tetap terjaga sesuai standar tim pelatih. Selama libur, mereka juga disiplin menjalankan program latihan mandiri dan rutin mengirimkan laporan,” ujarnya.

Pelatih asal Portugal itu menegaskan, selama jeda kompetisi tim pelatih tetap memberikan program khusus kepada masing-masing pemain. Materi latihan disesuaikan dengan kebutuhan individu, termasuk bagi pemain yang sedang dalam tahap pemulihan cedera.

Menurutnya, masa jeda justru menjadi momen penting bagi pemain yang mengalami cedera untuk memperbaiki kondisi fisik secara bertahap tanpa tekanan pertandingan.

“Kami berharap kondisi mereka sekarang lebih baik. Mereka punya waktu untuk fokus pada pemulihan dan latihan individu,” jelasnya.

Meski demikian, Tavares mengingatkan bahwa latihan mandiri tidak sepenuhnya bisa menggantikan atmosfer pertandingan. Oleh sebab itu, tim pelatih akan memantau perkembangan pemain secara lebih detail dalam beberapa sesi latihan ke depan.

“Latihan di gym atau latihan fisik tentu berbeda dengan intensitas pertandingan. Kami akan lihat bagaimana respons mereka saat kembali berlatih bersama,” tambahnya.

Selain aspek fisik, Tavares juga menyoroti pentingnya kesiapan mental tim. Ia berharap masa jeda memberikan efek positif bagi psikologis pemain, terutama setelah hasil kurang memuaskan sebelum libur.

Diketahui, Persebaya harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC pada laga terakhir sebelum jeda. Hasil tersebut menjadi evaluasi besar bagi tim.

Namun, Tavares optimistis timnya bisa bangkit. Ia menekankan bahwa kerja keras di lapangan latihan menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain.

“Cara terbaik membangun mental adalah bekerja keras setiap hari. Dari situ pemain berkembang, menjadi lebih baik, dan kepercayaan diri akan kembali,” pungkasnya. (sub)

Editor : Redaksi