Wisata Jatim Melejit Saat Lebaran, Kunjungan Tembus 5,31 Juta
MERAHPUTIH I SURABAYA – Momentum libur Lebaran 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata Jawa Timur. Lonjakan kunjungan wisatawan tercatat signifikan, mencapai 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim per 29 Maret 2026 menunjukkan, total kunjungan ke berbagai Daya Tarik Wisata (DTW) menembus angka 5,314 juta wisatawan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring periode libur yang berlangsung hingga 5 April 2026.
Dari jumlah itu, wisatawan nusantara (wisnus) mendominasi dengan sekitar 5,3 juta kunjungan, sementara wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 14 ribu orang.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai capaian ini sebagai sinyal kuat kebangkitan pariwisata daerah. Menurutnya, meningkatnya minat wisatawan menunjukkan daya saing destinasi di Jawa Timur semakin kokoh.
“Tren kunjungan selama libur Lebaran sangat positif. Ini menandakan Jawa Timur tetap menjadi tujuan favorit, baik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah,” ujarnya di Surabaya, Senin (30/3).
Tak hanya jumlah kunjungan, mobilitas wisatawan selama periode Lebaran juga diproyeksikan mencapai 19 juta pergerakan. Tingginya aktivitas tersebut turut menggerakkan roda ekonomi, khususnya sektor UMKM dan pelaku usaha di sekitar kawasan wisata.
Sejumlah destinasi unggulan tercatat menjadi magnet utama. Untuk wisatawan mancanegara, minat tertinggi mengarah ke Air Terjun Tumpak Sewu, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kawah Ijen, Kampung Warna-Warni, serta Kampung Tridi Kesatrian.
Sementara itu, wisatawan domestik lebih banyak memilih destinasi bernuansa alam dan keluarga seperti Telaga Sarangan, Kebun Binatang Surabaya, Pantai Klayar, Monumen Simpang Lima Gumul, serta kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Menurut Khofifah, kecenderungan ini memperlihatkan wisata berbasis alam dan kebersamaan keluarga masih menjadi pilihan utama masyarakat saat libur panjang.
Pemprov Jatim, lanjutnya, juga memperkuat pengawasan di berbagai destinasi guna menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk mitigasi potensi risiko kebencanaan.
“Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas. Kami ingin wisatawan menikmati liburan dengan rasa aman,” tegasnya.
Dengan tren yang terus menguat, Pemprov Jatim optimistis sektor pariwisata akan semakin tumbuh dan berkontribusi luas terhadap perekonomian daerah. “Ini momentum kebangkitan pariwisata yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.(pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih