Musrenbang RKPD 2027 Jatim Ditekankan Presisi Data dan Kolaborasi Lintas Sektor
MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 di Surabaya, Selasa (14/4), dengan menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Forum strategis tersebut dihadiri Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, Wamen Ribka Haluk, serta jajaran Forkopimda, kepala daerah, dan perwakilan organisasi masyarakat se-Jatim.
Khofifah menegaskan, Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum menentukan arah pembangunan yang lebih presisi, inklusif, dan berdampak nyata. Ia menekankan bahwa kebijakan daerah harus selaras dengan prioritas nasional, sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Dalam kerangka Nawa Bhakti Satya, Pemprov Jatim memprioritaskan percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan. Untuk itu, pendekatan kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media—dinilai krusial dalam memperkuat sinergi pembangunan.
“Kolaborasi ini mendorong sinkronisasi lintas sektor, percepatan inovasi, serta transparansi dan akuntabilitas,” tegas Khofifah.
Penguatan basis data juga menjadi sorotan, terutama validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar intervensi kebijakan tepat sasaran. Di sektor kesehatan, capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jatim telah mencapai 97,71 persen atau sekitar 41,13 juta jiwa.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pun menunjukkan hasil positif dengan menempati peringkat kedua nasional. Sementara layanan kesehatan berbasis desa diperkuat melalui Ponkesdes, termasuk dukungan pembiayaan bagi 1.001 perawat di 21 kabupaten/kota.
Di bidang ekonomi, disparitas antarwilayah masih menjadi tantangan. Wilayah utara menyumbang 54,57 persen ekonomi, sementara selatan 20,53 persen dan Madura 3,81 persen. Untuk mengurangi kesenjangan, pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela) terus dipercepat, dengan progres mencapai 62,2 persen.
Pemprov Jatim juga mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 8,58 juta penerima manfaat. Selain itu, pembentukan 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah tuntas secara kelembagaan.
Pada sektor pendidikan, Jatim mencatat kontribusi terbesar nasional dalam Program Sekolah Rakyat dengan 26 unit. Penguatan pendidikan keagamaan juga dilakukan melalui program Bosda Madin berbasis sharing anggaran.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan Berita Acara Musrenbang RKPD 2027 sebagai simbol komitmen bersama lintas sektor. Khofifah mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses perencanaan pembangunan tersebut.
“Sinergi lintas sektor dan wilayah menjadi fondasi untuk mewujudkan Jawa Timur yang maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih