Persebaya Tumbang di GBT, Dominasi Tanpa Akhir Manis

Francisco Rivera saat berlaga di pertandingan melawan Madura United. (Persebaya)
Francisco Rivera saat berlaga di pertandingan melawan Madura United. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Persebaya Surabaya kembali harus menelan hasil pahit saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Bajol Ijo tak mampu mengamankan poin setelah takluk dengan skor 1-2 dalam laga yang sebenarnya didominasi sepanjang pertandingan.

Sejak awal laga, Persebaya tampil dengan intensitas tinggi. Peluit kick-off baru saja dibunyikan, tekanan langsung diberikan kepada lini belakang Madura United. Kombinasi serangan yang dibangun Malik Risaldi dan Jefferson beberapa kali mampu membuka ruang, meski belum berbuah hasil konkret.

Peluang pertama hadir cepat, tepatnya pada menit kelima. Bruno Paraiba mengirim umpan terobosan kepada Malik Risaldi yang menusuk ke jantung pertahanan. Namun, derasnya aliran bola membuat peluang itu terbuang sia-sia.

Serangan demi serangan terus digencarkan. Melalui skema bola mati, Persebaya kembali mengancam lewat tandukan Francisco Rivera usai situasi sepak pojok. Sayangnya, refleks cepat kiper Madura United masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Alih-alih memimpin, Persebaya justru dikejutkan gol tim tamu pada menit ke-12. Berawal dari lemparan ke dalam, bola liar di luar kotak penalti langsung disambar dengan tendangan keras yang tak mampu diantisipasi Andhika Ramadhani. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Madura United.

Gol tersebut tak membuat Persebaya mengendur. Tekanan semakin intens dilakukan untuk mencari gol penyama. Namun, penyelesaian akhir menjadi persoalan utama. Peluang emas pada menit ke-18 gagal dimaksimalkan Malik Risaldi yang terpeleset saat berada dalam posisi bebas di depan gawang.

Semenit berselang, giliran Gali Freitas yang mendapatkan kesempatan emas. Lolos dari kawalan, ia berhadapan langsung dengan kiper, namun tembakannya masih mampu diblok. Bahkan pada menit ke-21, sepakan placing dari luar kotak penalti juga belum menemui sasaran.

Tensi pertandingan meningkat seiring agresivitas permainan. Gali Freitas harus menerima kartu kuning pada menit ke-26 setelah melakukan pelanggaran keras.

Memasuki pertengahan babak pertama, duel berlangsung lebih seimbang di lini tengah. Madura United mulai berani keluar menyerang dan hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-34. Beruntung, Risto Mitrevski sigap memotong alur serangan.

Menjelang turun minum, Persebaya kembali mencoba peruntungan melalui tendangan bebas Francisco Rivera pada menit ke-38, namun bola masih melenceng. Hingga tambahan waktu berakhir, skor 0-1 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba bangkit. Dalam 15 menit awal, mereka berupaya menguasai permainan dan menekan dari berbagai sisi. Namun, rapatnya lini pertahanan Madura United membuat serangan tuan rumah kerap mentok di sepertiga akhir lapangan.

Saat Persebaya asyik menyerang, celah di lini belakang justru dimanfaatkan lawan. Pada menit ke-65, Madura United sukses menggandakan keunggulan lewat skema serangan balik cepat. Tembakan keras dari sudut sempit kembali menaklukkan Andhika Ramadhani, mengubah skor menjadi 0-2.

Pelatih Bernardo Tavares merespons cepat dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Riyan Ardiansyah, Mihailo Perovic, Ichas Baihaqi, dan Milos Raickovic dimasukkan untuk menambah daya gedor.

Perubahan tersebut mulai menunjukkan dampak. Intensitas serangan meningkat dan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79. Riyan Ardiansyah sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 setelah memanfaatkan umpan matang dari Milos Raickovic di depan gawang.

Gol itu membakar semangat Persebaya. Tekanan terus dilancarkan demi mengejar gol penyeimbang. Namun, di tengah upaya tersebut, Madura United hampir mencetak gol ketiga pada menit ke-85 lewat umpan silang berbahaya yang beruntung tak mampu disambut pemain mereka.

Peluang emas Persebaya datang pada menit ke-88. Mihailo Perovic hampir mencatatkan namanya di papan skor, namun sepakan kerasnya hanya membentur mistar gawang.

Tambahan waktu delapan menit dimanfaatkan Persebaya untuk terus menggempur pertahanan lawan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, gol yang ditunggu tak kunjung datang.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Persebaya yang harus menelan dua kekalahan beruntun. Dominasi permainan tak cukup untuk mengamankan poin, sementara Madura United tampil efektif memanfaatkan peluang yang ada.(sub)

Editor : Redaksi