Jatim Perkuat Posisi Dagang Global, Khofifah Bidik Malaysia sebagai Mitra Strategis

MERAHPUTIH I KUALA LUMPUR - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan kunjungan kerja di Kuala Lumpur untuk memperkuat jejaring perdagangan internasional. Dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo di Pavilion Hotel Kuala Lumpur, Rabu (29/4), Khofifah menegaskan kesiapan Jawa Timur menjadi pusat kekuatan perdagangan nasional.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian misi dagang dan investasi Jatim–Malaysia yang terus didorong sebagai strategi ekspansi pasar. Khofifah menekankan, sektor perdagangan selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah, yang diperkuat melalui kerja sama lintas daerah hingga penetrasi pasar global.

“Upaya ini kami lakukan secara konsisten, termasuk melalui misi dagang ke berbagai negara sahabat untuk memperluas pasar,” ujarnya.

Hubungan dagang Jatim–Malaysia dinilai terus menunjukkan tren positif. Dalam misi kali ini, sedikitnya sepuluh sesi business matching digelar untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara. Sejumlah sektor potensial seperti industri pengolahan, pangan, dan produk unggulan lainnya menjadi fokus kerja sama.

Data mencatat, ekspor Jawa Timur ke Malaysia pada 2025 mencapai USD 1,53 miliar, sementara impor sebesar USD 572,37 juta. Neraca tersebut menghasilkan surplus sekitar USD 967,06 juta, mencerminkan daya saing produk Jatim di pasar internasional.

Komoditas ekspor didominasi tembaga, lemak dan minyak hewani, produk kimia, kakao olahan, serta kayu. Sementara impor meliputi plastik, bahan kimia organik, mesin, hingga produk makanan olahan.

Tak berhenti di Malaysia, Pemprov Jatim juga mulai membidik pasar nontradisional seperti Maladewa yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor.

Di sisi lain, Khofifah menegaskan fondasi kekuatan Jatim juga bertumpu pada ketahanan pangan. Produksi beras, jagung, gula, hingga protein hewani seperti ayam, telur, dan sapi dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan daerah, sekaligus menopang ekspansi pasar.

Penguatan sektor ini turut didukung inovasi, termasuk pengembangan Grand Parent Stock (GPS) untuk meningkatkan kualitas produksi peternakan dan menekan ketergantungan impor.

Selain perdagangan, pertemuan juga membahas peluang kerja sama pendidikan dan pengembangan SDM, termasuk pertukaran pelajar antar perguruan tinggi Indonesia–Malaysia. Isu perlindungan pekerja migran turut menjadi perhatian melalui penguatan koordinasi regulasi ketenagakerjaan.

Khofifah berharap sinergi dengan Malaysia terus diperluas demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dubes RI Raden Dato' Muhammad Iman Hascarya Kusumo menilai Jawa Timur sebagai salah satu motor ekonomi nasional dengan potensi besar di sektor industri dan perdagangan.

“Jawa Timur adalah mitra strategis. Kolaborasi yang diperkuat diyakini mampu menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi kedua negara,” ujarnya.(red)

Editor : Redaksi