Ning Lia Dorong Literasi Politik Generasi Muda untuk Perkuat Demokrasi

MERAHPUTIH I DENPASAR – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya penguatan literasi politik dan partisipasi generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia di tengah derasnya arus informasi digital. Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Badan Pengkajian MPR RI yang digelar di Denpasar,Bali, Jumat (19/6/2026).

Dalam forum yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Yasonna H. Laoly dan I Dewa Gede Palguna, Ning Lia menilai demokrasi Indonesia memiliki karakter khas yang berlandaskan nilai Pancasila dan budaya musyawarah yang telah mengakar di masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi telah melahirkan generasi yang semakin kritis terhadap kebijakan publik. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat demokrasi melalui pendidikan politik yang lebih baik dan partisipasi publik yang berkualitas.

“Generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang luas. Ini menjadi peluang besar untuk membangun demokrasi yang semakin matang dan berkualitas,” ujarnya.

ning Lia juga mengusulkan pendidikan politik diperkuat sejak bangku sekolah, termasuk tingkat SMP, guna menumbuhkan kesadaran bernegara sekaligus mencegah sikap apatis terhadap proses demokrasi.

Sementara itu, Yasonna Laoly mengingatkan pentingnya implementasi Pasal 33 UUD 1945 dalam pengelolaan sumber daya alam agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pandangan tersebut diperkuat Palguna yang menekankan peran negara sebagai regulator untuk memastikan pengelolaan sumber daya berjalan efektif dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

FGD MPR RI tersebut juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital, mulai dari perubahan perilaku pemilih hingga derasnya arus informasi yang memengaruhi pembentukan opini publik. Para peserta sepakat bahwa penguatan literasi politik, pendidikan kewarganegaraan, dan budaya dialog menjadi kunci menjaga demokrasi Indonesia tetap adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa. (pps)

Editor : Redaksi