Peduli Pisikis Anak, IKA Stikosa AWS Bagi-Bagi Dolanan
MERAH PUTIH|SURABAYA – Bila selama ini sudah banyak donasi-donasi untuk pembagian sembako dan kebutuhan pangan lainnya, bagaimana nasib anak-anak di tengah pandemi ini.
Melihat minimnya perhatian kepada anak-anak, Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Alamamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa-AWS) bersama Komunitas Cokro Bergerak membuat program kegiatan bagi-bagi dolanan.
Tidak hanya pada aspek kesehatan dan ekonomi, dampak pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19, juga terasa pada aspek sosial. Terutama, psikis anak-anak yang tidak dapat leluasa bermain di luar rumah selama pandemi ini.
"Kegiatan bagi-bagi dolanan ini upaya kami mengumpulkan donasi mainan bekas layak pakai atau pun baru untuk dibagikan kepada warga kampung di sekitar Jalan Prapen dan Sidosermo Surabaya. Sudah mulai kami kumpulkan sejak tanggal 7 Mei," ujar Koordinator Komunitas Cokro Bergerak, Indra Surya Purnama.
Mencermati dampak sosial, khususnya pada anak-anak saat ini, program telah digulirkan dengan mengumpulkan donasi mainan anak-anak yang dilakukan sejak 7 Mei 2020 lalu hingga 22 Mei 2020.
Saat ini, kata Indra, donasi yang terkumpul dari berbagai jenis mainan anak dan sejumlah uang. Pengumpulan donasi itu dilakukan di Warung Mbah Cokro. Tak sedikit pula warga atau donatur yang mengirimkan berbagai mainan bekas layak pakai dan baru secara langsung. Sebagian donatur lain juga memberikan mainan dengan pengambilannya dibantu panitia.
"Kami didukung jaringan komunitas, Alhamdulillah hingga saat ini lebih dari 150 paket mainan yang terkumpul. Kami perkirakan sampai penutupan nanti sedikitnya 300 paket bisa kami salurkan," imbuhnya.
Bagi-bagi dolanan itu diharapkan dapat mengurangi kebosanan anak-anak selama masa pandemi. "Donasi mainan yang nanti dibagikan semoga menjadi trauma healing bagi anak-anak selama pandemi. Sisi psikis anak ini menjadi perhatian kami," ujarnya.
Ide pemberian donasi mainan itu muncul saat banyaknya bantuan dan donasi beberapa waktu terakhir ini terfokus pada sembako dan alat-alat kesehatan. Ia pun mengajak masyarakat bergotong royong selama pandemi agar siapapun mampu melewatinya dengan kondisi sehat walafiat.
Sementara, Sekjen IKA Stikosa AWS, Muchammad Afrizal Akbar mengatakan, pandemi Covid 19 ini memiliki efek domino yang cukup luas. Psikis anak menjadi salah satu yang terdampak di saat banyak orang tua menjadi korban PHK perusahaan atau dirumahkan tanpa kejelasan gaji atau pun pesangon.
"Pekerja sektor informal atau pekerja harian ini paling terdampak. Mereka menjadi kelompok rentan yang saat ini banyak mengandalkan bantuan sembako pemerintah, swasta atau masyarakat yang mampu. Dengan kondisi perekonomian keluarga yang kurang stabil, kebutuhan untuk menjaga psikologis anak juga sulit terpenuhi," lanjutnya.
Untuk itu, sebagai langkah jangka pendek di tengah pandemi ini, pihaknya fokus pada pemenuhan kebutuhan psikis anak dengan memberikan donasi mainan. "Anak-anak ini adalah harapan masa depan bangsa. Dengan menjaga psikisnya, setidaknya memberikan sedikit harapan agar mampu melewati pandemi ini," tuturnya.
Bagi-bagi dolanan ini diharapkan dapat dilakukan oleh siapapun warga Indonesia di tiap daerah. "Minimal jika ada mainan bekas layak pakai di rumah yang sudah tidak lagi digunakan bisa disumbangkan atau dibagikan. Gerakan sederhana namun hasilnya luar biasa bagi kebahagiaan anak-anak kita,” tutupnya. (ton/ayn)
Editor : Ayun Rahmawati
Harian Merah Putih