Aksi #IndonesiaSekarat Gunakan Meme Berbahasa Arek sebagai Media Kritik Pemerintah

MERAHPUTIH I SURABAYA – Demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6), tidak hanya diwarnai penyampaian tuntutan, tetapi juga menghadirkan bentuk kritik melalui media visual bernuansa lokal.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah baliho berukuran besar bergambar Presiden Prabowo Subianto yang dipadukan dengan kalimat berbahasa khas Surabaya, "Prabowo Kowarso-kowarso, Gendarseng, Lemes Longor."

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, menjelaskan pemilihan diksi tersebut merupakan bentuk kritik yang disampaikan dengan pendekatan budaya lokal agar lebih mudah dipahami masyarakat Surabaya.

"Kami pakai kata-kata 'Lemes Longor' karena pemerintahannya yang lemas yang selalu pakai kebijakan-kebijakan yang tidak pernah menyentuh akar rumputnya. Ini meme lokal. Jadi ya kita pilih bahasa-bahasa yang kira-kira melokal dengan arek-arek Suroboyo," katanya.

Menurut Septia, aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Front Anti Kapitalisme membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penurunan harga BBM, stabilisasi harga kebutuhan pokok, hingga evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (pps)

Editor : Redaksi