SD Khadijah Siapkan Konsep Sekolah Sambut New Normal

Sekolah Dasar (SD) Khadijah Wonorejo siapkan APD sambut New Normal (Foto: HMP/Firdaus Zulfikar)
Sekolah Dasar (SD) Khadijah Wonorejo siapkan APD sambut New Normal (Foto: HMP/Firdaus Zulfikar)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Sambut New Normal, Sekolah Dasar (SD) Khadijah Wonorejo di Surabaya sibuk menyiapkan diri untuk kembali menyiapkan kegiatan belajar mengajar.

Muhammad Iqbal S.Ag, M.Si Kepala Sekolah SD Khadijah Wonorejo menegaskan pihaknya siap melaksanakan proses belajar mengajar di sekolahnya. Dia menyebut, di sekolah yang dipimpinnya ada sebanyak 154 siswa, kelas 1 dan kelas 2. Sementara untuk siswa baru yang telah terdaftar nantinya ada 90 siswa.

"Total murid ada 154 siswa, kelas 1 dan kelas 2. Untuk siswa baru yang mendaftar ada 90 siswa baru," kata M Iqbal, Minggu (31/5).

Disebutkan, ada 4 alternatif sekolah yang disiapkan oleh pihak sekolah. Pertama, masuk biasa dengan pembatasan jam dengan protap kesehatan. Ke dua, dibagi jadi 2, pagi dan siang dengan durasi belajar masing-masing 3 jam. Ke tiga, dibagi 3 hari masuk, 3 hari libur dengan durasi belajar masing-masing 4 jam. Ke empat, full daring, dengan sistem pengajaran live stream via youtube dan zoom.

Kecuali untuk opsi full daring, opsi lainnya mengharuskan KBM di sekolah. Dan, ketika di sekolah, wajib mengenakan APD seperti masker, face shield, kresek kecil untuk tempat tisu.

Sementera, saat ditanya apa saja yang membuat kekhawatiran ketika sekolah kembali masuk? Pihaknya menjelaskan semua telah disiapkan sesuai ketentuan.

"Sesungguhnya khawatir juga, saya baca berita bahwa ada beberapa sekolah di luar negeri yang dibuka kembali masuk, kemudian murid-muridnya terjangkit virus. Walaupun belum resmi dibuka, setidaknya kami sudah mempersiapkan beberapa langkah pencegahan yang kami putuskan dengan sangat hati-hati," terangnya.

Disebutkan, dari hasil diskusi online dengan jajaran guru, kemungkinan opsi ketiga akan menjadi pilihan utama.

Dengan skema ketika sekolah kembali dibuka, beberapa alternatif juga disiapkan yakni,

- Jajaran guru dan murid wajib mengenakan masker dan face shield yang sudah disediakan pihak sekolah.
- Pintu gerbang yang awalnya 3, dibuka hanya 1
- Dilakukan pengecekan suhu tubuh
- Melewati area Sterilisator
- Kontak fisik berupa salim antara guru dan murid diganti sapaan dan menundukkan badan
- Mengganti sepatu dengan sandal yang sudah disediakan
- Wajib cuci tangan sebelum masuk kelas
- Jarak antar bangku harus minimal 1 meter

Alasan dengan mematuhi ketentuan diantaranya, mewajibkan penggunaan face shield, karena potensi murid-murid untuk memegang area wajah bisa dikurangi.

Saat sekolah mulai dibuka, 2 minggu full tidak diberi materi pembelajaran, tapi difokuskan untuk mengajari murid-murid untuk tertib menjalankan protap kesehatan.

Ketika ditanya apakah banyak murid yang ingin kembali ke sekolah? "Banyak murid yang ngirim video ke kami, mereka bilang kangen ingin segera sekolah dan bertemu teman-teman," pungkasnya. (zul/tji)

Editor : Tudji Martudji