Piala Presiden Jadi Laboratorium Persebaya, Bernardo Tavares Fokus Matangkan Tim Menuju Super League
MERAHPUTIH I SURABAYA – Persebaya Surabaya tidak menjadikan Piala Presiden 2026 sekadar ajang pemanasan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares, turnamen pramusim tersebut diposisikan sebagai momentum penting untuk membentuk fondasi permainan sekaligus menguji kesiapan seluruh pemain sebelum memasuki kompetisi yang sesungguhnya.
Green Force akan memulai kiprahnya di Grup B dengan menghadapi Persija Jakarta pada Minggu (26/7) di Stadion Gelora Bung Tomo. Setelah itu, Bruno Moreira dan kawan-kawan masih harus berhadapan dengan PSMS Medan serta wakil Thailand, Port FC, dalam persaingan memperebutkan tiket ke fase berikutnya.
Bagi Tavares, setiap laga di Piala Presiden memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar kemenangan. Pelatih asal Portugal itu ingin melihat sejauh mana perkembangan tim yang masih berada dalam tahap pembentukan setelah menjalani masa persiapan yang relatif singkat.
Ia menegaskan, hasil pertandingan memang tetap penting bagi Persebaya. Namun, pada fase pramusim, prioritas utama adalah memastikan proses pembangunan tim berjalan sesuai rencana sehingga seluruh pemain mampu mencapai performa terbaik ketika kompetisi resmi dimulai.
"Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya," ujar Tavares, Kamis (23/7).
Pelatih berusia 46 tahun itu menjelaskan bahwa Persebaya saat ini baru memasuki fase awal pramusim. Oleh karena itu, setiap sesi latihan maupun pertandingan dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik pemain sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep permainan yang akan menjadi identitas Green Force sepanjang musim.
Menurutnya, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri karena skuad Persebaya musim ini dihuni sejumlah pemain baru. Mereka tidak hanya dituntut memahami strategi yang diterapkan tim pelatih, tetapi juga membangun chemistry dengan rekan-rekan setim agar permainan menjadi lebih solid.
"Kami baru memasuki fase pramusim. Waktu persiapan masih sangat singkat. Fokus kami bukan hanya meningkatkan kondisi fisik pemain, tetapi juga mulai menerapkan prinsip-prinsip taktik yang akan digunakan sepanjang musim. Semua aspek harus berkembang secara bersamaan," tegasnya.
Selain aspek taktikal, Tavares juga mengakui kondisi fisik seluruh pemain belum sepenuhnya berada di level ideal. Beberapa nama masih menjalani proses pemulihan cedera, sementara sebagian lainnya terus digenjot untuk mengejar kebugaran agar siap menghadapi intensitas pertandingan.
Meski demikian, mantan pelatih yang pernah membawa timnya menjuarai Super League itu melihat perkembangan positif dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai grafik peningkatan performa para pemain terus bergerak ke arah yang diinginkan.
"Saat ini masih ada beberapa pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik. Ada yang baru pulih dari cedera, ada juga yang kebugarannya belum maksimal. Namun, dibandingkan sebelumnya, kondisi tim sudah menunjukkan perkembangan yang positif," katanya.
Tavares juga menilai pertandingan kompetitif seperti Piala Presiden menjadi sarana evaluasi yang tidak bisa digantikan oleh sesi latihan. Atmosfer pertandingan, tekanan suporter, hingga tuntutan meraih hasil maksimal akan memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan setiap pemain.
Melalui turnamen ini, ia ingin mengetahui siapa saja pemain yang mampu menerjemahkan instruksi pelatih dalam situasi pertandingan sebenarnya. Penilaian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan komposisi utama saat Super League resmi bergulir.
"Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan," ungkapnya.
Karena itu, laga menghadapi Persija Jakarta dipandang sebagai ujian awal yang penting bagi Green Force. Menghadapi lawan dengan kualitas yang seimbang akan menjadi kesempatan untuk mengukur efektivitas strategi yang selama ini diasah dalam latihan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu dibenahi.
Persebaya pun diharapkan mampu memanfaatkan seluruh pertandingan di fase grup sebagai proses pembelajaran. Tidak hanya bagi pemain senior, tetapi juga bagi wajah-wajah baru yang masih berupaya menyesuaikan diri dengan ritme dan tuntutan permainan tim.
Menutup pernyataannya, Tavares kembali menegaskan bahwa target utama Persebaya selama mengikuti Piala Presiden bukan hanya berbicara soal hasil akhir, melainkan memastikan tim terus menunjukkan peningkatan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Ia optimistis proses yang dijalani selama turnamen akan menjadi modal berharga saat Green Force memulai perjuangan di Super League 2026/2027.
"Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini," pungkasnya.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih