Tagihan Melonjak 300 Persen, Hitungan PLN Tidak Masuk Akal

Petugas PLN melakukan pencatatan meter listrik
Petugas PLN melakukan pencatatan meter listrik

MERAH PUTIH | Surabaya - Kisruh tagihan listrik PLN di Jawa Timur hingga 300 persen terdengar hingga DPR RI. Dan ternyata keluhan serupa juga terjadi di daerah lain seperti di Jabodetabek. Ini diungkapkan anggota Komisi VII DPR, Mulyanto. Ia mendesak PT PLN menjelaskan detail atas banyaknya keluhan masyarakat terhadap lonjakan tagihan listrik bulan Juni 2020.

"PLN jangan hanya berpatokan pada argumentasi standar bahwa lonjakan ini terjadi karena ada perubahan sistem perhitungan yang semula berdasar angka catat meter menjadi angka rata-rata," kata Mulyanto, kemarin.

Faktanya, menurut Mulyanto, ada banyak kasus lonjakan kenaikan yang melebihi angka rata-rata selama 3 bulan terakhir. Bahkan, ada pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga 300 persen. Kalau benar perhitungan berdasarkan angka rata-rata pemakaian selama 3 bulan terakhir, angkanya tidak mungkin melonjak secara drastis.

Mulyano menduga ada faktor lain yang perlu dijelaskan PLN. Kemudian, jangan biarkan pelanggan bingung dan menerka-nerka penyebab lonjakan tagihan listrik. "Keluhan ini harus ditanggapi segera. Jika masalah tagihan ini tidak dapat diselesaikan secara baik, PLN mengecewakan," cetus politikus PKS itu.

Oleh karena itu, Mulyanto menyarankan PLN membuat terobosan baru dalam hal penghitungan tagihan listrik. Jangan lagi menggunakan cara lama yang terbukti merugikan masyarakat. Sebagai BUMN, harusnya PLN mampu menyediakan berbagai alternatif sistem penghitungan tagihan listrik secara cepat.

Sehubungan dengan kisruh lonjakan tarif ini, Mulyanto juga minta PLN meniadakan untuk sementara sanksi denda dan pemutusan listrik bagi pelanggan yang tidak dapat membayarkan tagihan. Menurut Mulyanto, masyarakat harus diberi kesempatan mengklarifikasi besaran tagihan yang menjadi kewajibannya. “Selama PLN belum dapat menyelesaikan urusan penghitungan tagihan listrik ini, penerapan sanksi denda dan pemutusan sambungan ditiadakan," pinta Mulyanto.

Diberitakan sebelumnya, awal Juni 2020 ini masyarakat dibuat kaget dengan tagihan listrik yang naik hingga 300 persen. Kebanyakan mereka menganggap kenaikan tagihan listrik yang mereka alami tak masuk akal. Sebab pemakaian listrik selama ini dirasa wajar, bahkan cenderung berkurang karena efesiensi akibat dampak Covid-19. Banyak yang menduga penghitungan yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kekeliruan.  

Salah satu pelanggan PLN di kawasan Babadan Pantai Utara Surabaya mengeluhkan kenaikan tagihan listrik yang dialaminya. Sebut saja namanya Leo. Pria pengusaha ini menceritakan tagihan listrik sebelumnya di kisaran Rp 2 jutaan. Tak disangka saat membayar tagihan Juni ini, jumlahnya melonjak hamper 300 persen, yakni sekitar Rp 5 juta.

Padahal, menurutnya, pemakaian listrik selama ini wajar-wajar saja. Akhirnya dia mendatangi Kantor Pelayanan PLN Rayon Ploso di Jalan Ploso Timur III Surabaya. Namun jawaban petugas PLN tak memuasakannya. Petugas PLN itu menyebut kelebihan Kwh bulan Maret dan April yang tidak dicatat oleh petugas, PLN menghitung rata-rata seperti bulan sebelumnya. “Kalau penghitungannya dirata-rata kan nggak sampai melonjak dua kali lipat,” ungkap Leo kepada Harian Merah Putih, Senin (8/6/2020).

Kejadian sama dialami Dewi yang tinggal di Mulyorejo, Surabaya. Wanita pekerja swasta ini kaget melihat tagihan listriknya yang melonjak drastis. Biasanya ia membayar sekitar Rp400-500 ribu untuk dua rekening listrik di satu rumahnya yang masing-masing berdaya 900 VA. Namun tagihan Juni ini, tagihan listriknya menjadi Rp2,199 juta. "Saya kaget banget. Itu Rp800 ribu sekian ditambah Rp1,3 juta sekian. Padahal biasanya paling mahal cuma habis Rp500 ribu," beber dia.

Menurutnya, pemakaian listrik wajar, bahkan cenderung berkurang. Hanya ada beberapa lampu rumah, kipas angin, kulkas, dan mesin cuci yang jarang digunakan. Jumlah tersebut sama dengan pemakaian sebelumnya.

Yudi, warga Jalan Karang Empat Besar Surabaya juga mengeluhkan tagihan listriknya yang tiba-tiba melonjak hingga membuatnya kaget. "Daya di rumah saya 1.300 VA, tidak ada AC, hanya kipas angin. Tapi tagihan kok naik dua kali lipat. Ngitungnya gimana ini PLN," kesal dia. (tri/jim/red)

Editor : Ali Mahfud