Banjir menjadi Masalah Tahunan di Taliabu

Banjir menjadi masalah yang harus segera dipecahkan.  
HMP/CHO
Banjir menjadi masalah yang harus segera dipecahkan. HMP/CHO

MERAPUTIH| KABUPATEN TALIABU - Hujan deras mengguyur Dusun Salenga, Dusun Badadi, Dusun Fangahu, dan Dusun Air Minggu, dua hari berturut-turut, Selasa, (9/6) dan Rabu, (10/6). Akibatnya,  gedung Perkantoran bahkan Sekolah SMA, SMP dan SD yang ada di Kabupaten Pulau Taliabu,  Provinsi Maluku Utara (Malut) banjir.

 Hal tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Komando Juang MS The Gold Generation Pulau Taliabu, La Ode Zidil. Ia  mengatakan, banjir yang terus melanda Ibu Kota ini adalah bagian dari kegagalan Pemda Pulau Taliabu. Sebab selama hampir satu periode berjalan banjir tetap menjadi langganan ibukota.

 Menurut La Ode, Kota Bobong bukan baru kali ini, melainkan setiap musim hujan selalu saja terjadi, ini artinya Pemda Pultab gagal dalam membuat antisipasi terhadap banjir, Pungkas La Ode lewat pesan WhatsApp, Kamis (11/6).

 Kata La Ode, Salah satu penyebab banjir adalah, tata kelola pemerintahan yang tidak meletakan analisis dampak lingkungan salah satunya adalah penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tata ruang kota yang tidak memiliki drainase, dan ruang terbuka hijau, "Semestinya, Pemda Pulau Taliabu harus mempunyai itikad yang baik terhadap penanganan banjir, mestinya harus ada langkah konkrit pemerintah daerah dalam hal ini membangun drainase agar bisa mengarahkan aliran air,” jelasnya.

 Ia menyayangkan, di tengah kondisi seperti ini Bupati Pulau Taliabu, hanya bersenang-senang di luar daerah serta meninggalkan rakyatnya mengurus sendiri persoalan ini. La Ode berharap agar pemda lebih serius dan proaktif untuk mengatasi banjir. “Jangan sudah terjadi baru dipikirkan solusinya, misalkan tadi itu ada beberapa OPD yang turun melihat keadaan banjir, padahal itu kan hanya omong kosong dan pencitraan agar rakyat bilang bahwa Pemda Bekerja, padahal tidak Dan Sangat tidak subtantif, "katanya. (cho/ono)

Editor : Eko Yudiono