Pembagian BLT-DD Desa Buya Dinilai Tidak Transparan, Ada Apa?

Ilustrasi DD BLT.
Ilustrasi DD BLT.

MERAHPUTIH|KEPULAUAN SULA — Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menyerahkan bantuan langsung tunai (BTL) Dana Desa (DD) yang nilainya Rp 600 ribu kepada masyarakat terdampak Covid-19.

 Adapun Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut diserahkan langsung oleh Pejabat Kepala Desa (Kades) Buya Mahfi Sapsuha disaksikan oleh Camat Mangoli Selatan, Ajis Umanahu serta penerima BLT.

Tetapi dari data penerima tersebut dinilai tidak ada transparansi, pasalnya nama-nama penerima maupun jumlah penerima tidak diketahui oleh masyarakat.

 Usman Usia selaku Ketua RT 02 Desa Buya mengatakan bahwa memang diinformasikan maupun diumumkan nama dan jumlah Kuota penerima tanpa menjelaskan alasannya.

 “Semua yang menerima hanya diinstruksikan kepada masing-masing kepala Dusun untuk memanggil yang bersangkutan,” ungkap Usman.

 Camat, Kecamatan Mangoli Selatan, Ajis Umanahu saat dikonfirmasi melalui telepon 0812-1212-xxxx, Jum'at (12/6) mengatakan bahwa sebelum pembagian BLT Pemdes mengadakan rapat desa khusus mengenai data hasil validasi penerima BLT, "Namun pada saat pembagian tidak ada rapat umum, saya hanya diundang oleh Pejabat Kepala Desa Buya Mahfi Sapsuha untuk turut menyaksikan pembagian BLT tersebut, "ungkap Camat.

Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa dirinya tidak mengerti bagaimana tata kelola pemerintah Desa terkait berbagai bantuan tersebut, sebab banyak yang dianggap layak menerima BLT tapi tidak dipanggil.

“Mestinya disampaikan secara umum nama-nama penerima bukan dirahasiakan, apalagi di Desa Buya ini tidak banyak Kepala Keluarga (KK),” Tidak alasan yang membuat Pejabat Kepala Desa Buya untuk tidak membuka secara umum nama penerima BLT-DD itu,agar tidak ada kecurigaan,” paparnya.

Sementara Pejabat Kepala Desa Buya, Mahfi Sapsuha saat dikonfirmasi via nomor  0812-4206-xxxx, tidak aktif. Ketika di-SMS pun tidak ada balasan. (cho/ono)

Editor : Eko Yudiono