Update Covid-19 Jatim, Pasien Positif 7.570, Meninggal 601

Update penanganan Covid-19, hari ini (Foto: ist)
Update penanganan Covid-19, hari ini (Foto: ist)

MERAHPUTIH | SURABAYA – Penanganan kasus Covid-19 di Jatim terus meningkat, malam ini Sabtu 13 Juni 2020, dari jumlah sebelumnya 7.416 menjadi 7.570 pasien, ada peningkatan 154 orang. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Sabtu (13/6).

“Untuk status PDP dari angka 7.992 kini menjadi 8.147 orang. Yang ODP dari 26.176 bertambah menjadi 26.287 orang," terang Gubernur Khofifah.

Khofifah menjelaskan, pasien terkonfirmasi negatif atau sembuh ada 75 orang. Rinciannya, masing-masing 1 berasal dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Sampang.

Masing-masing 2 berasal dari Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Mojokerto dan Kota Malang. Sedangkan masing-masing 3 berasal dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo, 4 dari Kabupaten Kediri, 5 dari Kabupaten Bangkalan, 11 dari Kabupaten Tulungagung, dan 40 dari Kota Surabaya. Total yang sembuh hingga hari ini ada 2192 orang atau setara 28,96 persen.

Pasien meninggal per hari ini ada 13 orang, diantaranya masing-masing 1 berasal dari Kabupaten Sidoarjo dan Kota Malang, 2 dari Kabupaten Sampang, masing-masing 3 dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan. Pasien meninggal hingga hari ini ada 601, setara 7,94 persen.

Kasus baru yang tercatat ada 154 orang. Masing-masing satu dari Kabupaten Blitar dan Kota Kediri. Masing-masing 2 dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Sumenep.

Kemudian, 3 dari Kota Mojokerto, 4 dari Kabupaten Jember, 5 dari Kota Malang, masing-masing 6 berasal dari Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Sampang, masing-masing 7 dari Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Mojokerto, 8 dari Kabupaten Pasuruan, 9 dari Kabupaten Bangkalan, 11 dari Kabupaten Malang, 14 dari Kabupaten Sidoarjo, 17 dari Kabupaten Gresik, 22 dari Kabupaten Jombang, 27 dari Kabupaten Tulungagung, dan 86 dari Kota Surabaya. (*)

Editor : Tudji Martudji