Empat Pasien Sembuh dengan Terapi Plasma Convalescent

dr Joni Wahyuhadi (Foto: HMP/Om Pras)
dr Joni Wahyuhadi (Foto: HMP/Om Pras)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Empat pasien dari delapan pasien Positif virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 berhasil sembuh dengan metode terapi plasma convalescent. Keberhasilan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 bisa mendonorkan darahnya untuk membantu pasien yang lain.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pasien yang berhasil sembuh tersebut bergejala berat dan sangat berat. Dengan keberhasilan tersebut, pihaknya akan terus mengembangkan terapi plasma convalescent.

"Saat ini ada 20 orang yang menyatakan diri untuk donor plasma. Mereka adalah orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh dalam dua kali swab dan dinyatakan negatif," kata Joni, Selasa (16/6).

Direktur RSUD Dr Soetomo ini menambahkan meskipun mereka sudah dinyatakan sembuh dan bersedia untuk mendonorkan plasma mereka, namun sebagai pendonor belum tentu memenuhi syarat untuk bisa menjadi pendonor. Sebab, mereka harus melakukan screening. Antara lain, dilakukan tes laboratorium untuk mengetahui di dalam darahnya apakah masih mengandung imunoblobulin G yang merupakan antibodi untuk virus SARS-CoV-2.

Pendonor juga harus dipastikan bebas penyakit yang membahayakan pasien Covid-19. Biasanya plasma dari pendonor diberikan pada pasien Covid-19 positif yang sudah menggunakan ventilator. “Memang masih ada yang pro dan kontra soal terapi ini. Tapi bahwa ini memang penelitian yang basisnya riset. Yang diterapkan terapi ini yang ada di rumah sakit rujukan," terang Joni.

Sempat menyinggung soal biaya, untuk terapi plasma ini, biayanya dibiaya riset karena untuk skrining ini mahal, kalau di rumah sakit swasta ya bayarnya besar. Meski begitu Joni menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa memaksa setiap pasien covid-19 yang telah sembuh harus mendonorkan plasma darahnya untuk terapi plasma convalescent.

Mereka yang mendonorkan harus berbasis kesukarelaanan, dengan begitu pemerintah mengimbau pada sebanyak 2.317 pasien covid-19 Jatim yang sembuh bisa mulai menyumbangkan plasma darahnya. Sedangkan jumlah total kasus positif Covid-19 di Jatim sebanyak 8.072 orang. Dari jumlah yang positif tersebut, sebanyak 2.264 orang dirawat di rumah, 422 dirawat di gedung dan 2.283 dirawat di rumah sakit. (sis/tji)

Editor : Tudji Martudji