Tiga Organisasi Dunia Serukan Pemulihan Bumi
MERAHPUTIH|New York - Tak ada yang menyangka dunia akan sesepi kemarin lalu disaat semua aktifitas 'harus' berhenti. Tidak ada aktifitas, tidak ada orang yang keluar rumah, maka dunia terasa mati tak berpenghuni.
Maka pada saat itulah, bumi kembali 'bernafas' dengan leganya. Tiga organisasi dunia, yakni WHO,PBB, dan WWF Internasional menganggap pandemi yang terjadi saat ini akibat keserakahan manusia dalam beberapa dekade terakhir sehingga munculah Corona.
Menyadur The Guardian, para pemimpin dari ketiga lembaga sepakat bahwa keserakahan manusia merupakan bang kerok alias penyebab utama dari kemunculan pandemi yang menyebabkan krisis kesehatan diberbagai belahan dunia.
Perdagangan satwa liar ilegal dan tidak berkelanjutan, serta kehancuran hutan dan tempat-tempat liar lainnya dinilai jadi pendorong yang kuat kenapa banyak penyakit hewan yang kini melompat ke manusia.
WHO, PBB, dan WWF menyerukan pemulihan hijau dan sehat setelah umat manusia dihantam pandemi Covid-19. Reformasi pertanian harus dilakukan, ,menurut kepala konvensi PBB Elizabeth Maruma Mrema, direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk lingkungan dan kesehatan Maria Neira, dan kepala WWF Internasional Marco Lambertini.
“Kami telah melihat banyak penyakit muncul selama bertahun-tahun, seperti Zika, Aids, Sars, dan Ebola dan semuanya berasal dari populasi hewan dalam kondisi tekanan lingkungan yang parah,” kata kata ketiganya dalam laporan The Guardian, Kamis (18/6/2020).
“Wabah ini adalah manifestasi dari hubungan kita yang sangat tidak seimbang dengan alam."
“Mereka semua mengilustrasikan bahwa perilaku destruktif kita sendiri terhadap alam membahayakan kesehatan kita sendiri - kenyataan nyata yang secara kolektif kita abaikan selama beberapa dekade."
WWF melaporkan pendorong utama penyakit zoonosis--yang ditularkan hewan ke manusia--adalah kerusakan alam, intensifikasi pertanian dan produksi ternak, serta perdagangan dan konsumsi satwa liar yang berisiko tinggi.
Mereka mendesak semua pemerintah untuk memperkenalkan dan menegakkan hukum untuk menghilangkan perusakan alam dari rantai pasokan barang dan pada masyarakat untuk membuat diet mereka lebih berkelanjutan.
“Kita tidak boleh terlibat dalam meningkatkan risiko pandemi berikutnya," kata Tanya Steele, kepala WWF Britania Raya.
"Kita membutuhkan undang-undang dan kesepakatan dagang yang kuat yang menghentikan kita mengimpor makanan yang merupakan hasil dari deforestasi yang merajalela atau yang produksinya mengabaikan standar kesejahteraan dan lingkungan yang buruk di negara-negara produsen."
"Pemerintah memiliki peluang emas untuk mewujudkan perubahan transformatif dan memimpin dunia," tandasnya.
Wabah virus Corona sendiri digadang-gadang berasal dari pasar Wuhan, China, yang memperdagangkan hewan liar mulai dari ular, anjing, hingga kelelawar. Hendaknya pandemi dan munculnya wabah yang mendunia ini segera menyadarkan manusia tentang pentingnya menjaga bumi dan menjalani pola hidup sehat. (ayn/bbs)
Editor : Ayun Rahmawati
Harian Merah Putih