Update Penanganan Covid-19 di Jatim dan Nasional, Ini Rinciannya
MERAHPUTIH | SURABAYA - Data yang masuk dan dipublikasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Jatim jumlah pasien positif Covid-19 di atas 10 ribu, ada kenaikan 252 orang. Sebelumnya di angka 9.840, menjadi 10.092 orang. Itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Selasa (23/6).
"Berstatus PDP ada 9.587, dan yang ODP sebelumnya 27.449 kini menjadi 27.665 orang,” urai Gubernur Khofifah.
Pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh ada 90 orang. Satu orang dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Situbondo, dan Kota Pasuruan.
Ada dua orang dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lumajang, dan Kota Probolinggo. Sedangkan masing-masing 3 berasal dari Kabupaten Jember, dan Kota Batu, masing-masing 6 dari Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Magetan, 8 dari Kabupaten Bondowoso, dan 39 dari Kota Surabaya.
Total yang sembuh hingga hari ini ada 2995 orang atau setara dengan 29,68 persen. Pasien yang meninggal, ada 9 orang masing-masing 1 dari Kabupaten Lamongan, dan Kota Probolinggo, 3 dari Kota Surabaya, dan 4 dari Kabupaten Gresik.
Total yang meninggal ada 753 orang. Untuk kasus baru masing-masing 1 berasal dari Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sumenep, Kota Blitar, dan Kota Mojokerto. Kemudian masing-masing 2 berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Magetan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Sampang.
Dan, masing-masing 3 orang dari Kabupaten Kediri, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo. Masing-masing 4 dari Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Nganjuk. Sedangkan 6 berasal dari Kabupaten Bangkalan, 7 dari Kabupaten Pasuruan, 13 dari Kabupaten Malang, 14 dari Kabupaten Jombang, 20 dari Kota Malang, 32 dari Kabupaten Gresik, 40 dari Kabupaten Sidoarjo, dan 107 dari Kota Surabaya.
Sementara, untuk se-Indonesia, update Covid-19, diantaranya untuk pasien sembuh tercatat ada 19.241, pasien positif bertambah 1.051, dan yang meninggal naik 35 orang, menjadi 2.535 orang.
Hingga Selasa kemarin, total menjadi 47.896 setelah ada penambahan sebanyak 1.051 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 19.241 setelah ada penambahan sebanyak 506 orang.
Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.535 dengan penambahan 35. Akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 17.908 sehari sebelumnya, Senin (22/6) dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 668.219.
Untuk uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 121 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 99 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 249 lab. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 8.564 dan jumlah yang akumulatifnya adalah 401.681.
Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 1.051 dan negatif 7.513 sehingga secara akumulasi menjadi positif 47.896 dan negatif 353.785.
"Kita dapatkan kasus positif sebanyak 1.051 orang, sehingga akumulasinya menjadi 47.896 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.
Menurut Yuri, angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.
"Sebaran dari kasus positif yang didapatkan hari ini, ada lima provinsi yang melaporkan kenaikan kasus yang cukup signifikan. Yang pertama adalah Jawa Timur kita dapatkan laporan kasus baru 258 orang dan sembuh 60 orang. Kemudian DKI Jakarta 160 kasus baru dan 100 sembuh," kata Yuri.
"Sulawesi Selatan 154 kasus dan 42 sembuh, Sumatera Utara 117 kasus dan 3 sembuh, Papua 55 kasus dan tidak ada laporan sembuh." imbuhnya.
Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 10.250 orang, Jawa Timur 10.115, Sulawesi Selatan 4.062, Jawa Barat 2.901 dan Jawa Tengah 2.766.
Dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 5.228 disusul Jawa Timur sebanyak 2.915, Sulawesi Selatan 1.363, Jawa Barat 1.317, Jawa Tengah 1.020 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 19.241 orang.
Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.
Gugus Tugas Nasional merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 49 kasus, Bali 1.116 kasus, Banten 1.373 kasus, Bangka Belitung 148 kasus, Bengkulu 118 kasus, Yogyakarta 291 kasus.
Selanjutnya di Jambi 114 kasus, Kalimantan Barat 313 kasus, Kalimantan Timur 447 kasus, Kalimantan Tengah 796 kasus, Kalimantan Selatan 2.685 kasus, dan Kalimantan Utara 177 kasus. Kepulauan Riau 281 kasus, Nusa Tenggara Barat 1.081 kasus, Sumatera Selatan 1.855 kasus, Sumatera Barat 712 kasus, Sulawesi Utara 861 kasus, Sumatera Utara 1.232 kasus, dan Sulawesi Tenggara 336 kasus.
Di Sulawesi Tengah 179 kasus, Lampung 181 kasus, Riau 193 kasus, Maluku Utara 465 kasus, Maluku 634 kasus, Papua Barat 224 kasus, Papua 1.495 kasus, Sulawesi Barat 104 kasus, Nusa Tenggara Timur 111 kasus dan Gorontalo 231 kasus.
Total untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 35.983 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.348 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 442 kabupaten/kota di Tanah Air. (*)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih