Dua Warga Jembrana Bali Dinyatakan Positif Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha. ( foto : ide )
Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha. ( foto : ide )

MERAHPUTIH |BALI- Dua orang warga Jembrana Bali dinyatakan terjangkit virus Covid-19. Dua orang itu terjangkit, setelah balik dari luar negeri dan seorang lainnya setelah berpergian ke salah satu kota di Jawa Timur.

Juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, dua warga yang positif ini status sebelumnya ialah PDP Covid-19.  Kemudian diambil rapied test di RSU Negara. Karena hasilnya positif, maka dilakukan tes lebih lanjut dengan pemeriksaan swab. Dari pemeriksaan swab, dinyatakan terjangkit atau positif virus corona.

"Untuk dua orang positif itu melalui transmisi import. Satu karena riwayat bepergian keluar negeri dan satunya  karena ada riwayat bepergian ke Jawa atau daerah zona merah,"ujar Arisantha, Senin (6/4).

Dijelaskan Arisantha, ODP di Jembrana naik 18 orang menjadi 95 orang. Dari jumlah itu, 64 orang masih diisolasi mandiri, sisanya 31 orang sudah dinyatakan sembuh. Sementara untuk PDP sebanyak 3 orang. Dan satu sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan dua orang masih dirawat di RSU Negara, yang hasil swabnya masih menunggu. Sedangkan untuk hasil swab dua orang lainnya, sudah keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

Untuk penanganan pasien baik PDP dan Positif Covid-19, tim medis melaksanakan pemeriksaan secara komprehensif, di ruang isolasi RSU Negara. Dari penanganan menyeluruh yang dilakukan dokter ahli, kondisi mereka saat ini dalam kondisi baik. Sudah tidak ditemukan gejala klinis seperti batuk pilek dan gejala lainnya.

Selanjutnya, menurut Arisantha, untuk memperluas screening pemantauan, pihaknya sudah mendapat tambahan alat rapied test dari Pemerintah Pusat melalui Pemprov Bali. Tambahannya sudah diterima 300 alat rapied test. Sehingga total sudah ada 700 unit rapied test dan sudah hampir separuh lebih digunakan. Selain digunakan untuk test ODP, tenaga medis dan orang dengan resiko, juga rapied  test terhadap warga masuk Bali di Gilimanuk yang datang dari daerah terpapar. Dan rata-rata yang masuk Bali semua hasilnya negatif.

"Pengadaan rapid test akan terus ditambah. Termasuk pembelian mandiri oleh Pemkab Jembrana menggunakan APBD. Kedepan, rapid test tidak hanya digelar di RSU Negara , tapi juga di 10 puskesmas se Jembrana. Ini untuk memperpendek jarak pengetesan bagi warga ODP sehingga tidak harus menuju RSU Negara,"pungkas Arisantha. (ide/jon)

 

Editor : Redaksi