Sidoarjo Tambah Dana Covid untuk Desa Rp 31 M

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo. (FOTO: HMP/lis)
Suasana Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo. (FOTO: HMP/lis)

MERAHPUTIH|Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo berencana untuk menambah anggaran untuk refocusing penanganan Covid -19.  Sebelumnya  Alokasi Dana Desa untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 11 Miliar.

Namun, karena melihat kegiatan di RT/RW dan BPD semakin banyak maka Pemkab Sidoarjo berencana untuk menambah anggaran tersebut sebesar Rp 31 Miliar.

"Kalau tidak ditambahkan, ya mereka tidak bisa melakukan kegiatan," Kata Nur Ahmad Syaifuddin Plt Bupati Sidoarjo, saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo, Senin (3/8).

Menanggapi hal tersebut, Kayan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo menyambut baik dengan penambahan anggaran untuk desa. Menurutnya Progam dari Pemda itu sangat bagus untuk pemberdayaan masyarakat desa.

"Sepanjang APBD mencukupi, kita akan mendukung penambahan anggaran untuk desa itu," Katanya.

Kayan yang juga ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo menambahkan, terkait besaran anggaran tersebut, akan dibahas secara detail pada masa PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD Tahun 2020.

"Kita kan hitung pada saat PAK. Karena anggaran yang dialokasikan untuk Covid-19 banyak yang tidak terserap, mungkin itu nanti yang dapat dialihkan untuk ADD," ungkapnya.

Sementara, Muchamad Sochib Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo mengingatkan, adanya penambahan anggaran tersebut peruntukannya harus lebih spesifik.

Misalkan, penambahan ADD tersebut dikhususkan untuk pemulihan ekonomi desa dengan memperbanyak program padat karya.

"Kalau perlu, ada juklak dan juknis terkait penggunaan anggaran tersebut untuk pemulihan perekonomian," ungkapnya.

Ketua Fraksi NasDem-Demokrat itu menambahkan, jika penggunaan anggaran tersebut sudah jelas, maka kami siap mendukung berapapun anggaran yang diminta oleh Pemkab. Karena, sekarang perekonomian di desa banyak yang gulung tikar.

"Saat ini, yang harus dilakukan oleh desa adalah mencari formulasi yang cocok untuk pemulihan ekonomi masyarakat, jangan biarkan mereka terus menderita," jelasnya. (lis/lmi)

Editor : Tukiman Sarmijan