Nyolong HP, Pengamen Dihajar Massa

MERAH PUTIH | Surabaya - Berprofesi sebagai pengamen door to door membuat penghasilan Anam Khorul Arifin (28) warga Kaliasin Surabaya tidak jelas. Ketika mengetahui ada kesempatan, dia lantas nekat berbuat jahat.

Kanitreskrim Polsek Tegalsari, Iptu I Made Sutanaya menuturkan, pada hari Kamis (30/7), korban Dias Prastiti lalai meninggalkan ponselnya di dasbor motor di parkiran kedai yang dijaganya. Pada waktu yang sama, Anam sedang mengamen seperti biasa dari rumah ke rumah.

Ketika sedang melintas di seberang kios makanan di Jalan Kampung Malang itu, sudut mata Anam melihat ada satu unit ponsel yang ditinggal di dasbor motor. Muncullah niat jahat Anam.

Dia pun mulai berpura-pura mengamen. Ketika yakin tidak ada orang yang menghiraukan, Anam lekas mengambil ponsel dan langsung kabur. Pelarian itu rupanya menarik perhatian Dias Prastiti.

"Korban pun lantas tersadar kalau ponselnya tertinggal di dasbor motor matiknya. Ketika diperiksa, ponsel yang dia tinggal sudah hilang. Saat itu juga korban berteriak maling," cetus Kanitreskrim Polsek Tegalsari Iptu I Made Sutanaya, Selasa (4/8).

Warga yang mendengar teriakan Dias itu langsung mengejar Anam. Karena terdesak, Anam pun menyerah dan tidak melanjutkan pelariannya. Nahas bagi Anam, walau sudah menyerah, warga tetap menghajarnya sebelum menyerahkannya ke polisi.

Ketika diperiksa polisi, Anam mengaku baru kali itu mencuri karena spontan mengetahui ada kesempatan. Anam mengaku membutuhkan uang karena hasil mengamennya yang tidak jelas. Rencananya, ponsel itu akan dia jual.

"Uangnya mau saya pakai makan dan kebutuhan sehari-hari. Hasil dari mengamen tidak jelas," aku Anam. (her/rga)

Editor : Rangga Putra