Demo Tolak Pembangunan Sarpras Geopark di TN
MERAH|PUTIH-NTT– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi, menggelar rapat dengar pendapat bersama massa aksi dari Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat, ruangan rapat paripurna kantor DPRD Mabar, pada Kamis (6/8).
Rapat dengar pendapat yang berlangsung di ruangan rapat paripurna kantor DPRD Mabar itu dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi Formapp Manggarai Barat, usai menggelar aksi penolakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) Geopark oleh Kementrian PUPR serta Pemberian Izin Investasi Swasta oleh Kementrian LHK di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).
Pada kesempatan tersebut, ketua DPRD Mabar, Edistasius Endi, menjelaskan bahwa secara kelembagaan, DPRD telah melayangkan surat kepada pemerintah pusat terkait pembangunan Sarpras Geopark di kawasan TNK berupa bangunan Geopark oleh kementrian PUPR di kawasan Loh Buaya Pulau Rinca dan izin investasi bisnis swasta oleh kementrian LHK di dalam kawasan TNK.
“Secara lembaga sudah layangkan surat dua kali kepada pemerintah pusat terkait penolakan pembangunan sarana dan prasarana berupa bangunan Geopark,” kata Edi Endi.
Oleh sebab itu, ketua DPRD fraksi NasDem itu juga berkomitmen akan menindaklanjuti seruan aksi penolakan oleh Formapp Manggarai Barat terhadap pembangunan Sanpras Geopark di kawasan TNK.
“Kita sepakat bahwa, kita menindaklanjuti ini kepada pemerintah pusat,” ungkap ketua DPRD itu.
DPRD tiga periode itu menambahkan, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat yang dihadiri oleh asisten Bupati Mabar dan sejumlah anggota DPRD Mabar itu memutuskan, Formapp dan DPRD Mabar bersepakat untuk mengirimkan perwakilan dari kedua lembaga serta utusan Pemda Manggarai Barat untuk menemui pemerintah pusat di Jakarta.
“Nanti dikirim utusan masing fraksi dan utusan dari pihak masyarakat (FORMAPP) tiga orang dan dari eksekutif. Kita minta Bupati juga ikut. Kita berangkat ke sana sampaikan ini kepada pemerintah pusat dan DPR-RI,” tandas bakal calon Bupati Mabar itu.
Karena itu, ia berharap Pemda Mabar akan memfasilitasi rombongan DPRD dan Formapp Manggarai Barat serta perwakilan dari unsur eksekutif yang akan diutus ke Jakarta untuk menemui pemerintah pusat.
“Pak Asisten, mohon sampaikan ini kepada Bupati agar buat alokasi dana untuk memfasilitasi mereka yang jalan ke Jakarta,” ungkap Edistasius Endi kepada Asisten Bupati Mabar yang hadir pada saat itu.
Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Manggarai Barat dari fraksi Hanura Belasius Janu menyatakan sikap penolakanya terhadap pembangunan Sanpras Geopark di kawasan TNK.
Belasius mengaku, bahwa dirinya pernah menolak pembangunan Sarpras di wilayah itu yang dilakukan oleh kementrian PUPR dan Kementrian LHK.
“Saya pernah mengamuk di gedung ini untuk menolak pembangunan yang dilakukan oleh kementrian PUPR dan Kementrian LHK,” tegas Belasius.
Karena itu, anggota DPRD Mabar itu meminta, kepada masa aksi untuk tetap menyampaikan seruan aksi penolakan terhadap pembangunan Sanpras Geopark di dalam konservasi itu.
“Saya minta adik-adik saya jangan berhenti demo. Demo terus, sampai batal itu pembangunan. Gerahkan semua masyarakat, para nelayan dan elemen lainnya,” tutupnya. (pol)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih