Kecelakaan dan Stroke, Pasutri ini Tak Bisa Kerja hingga Dibantu Warga

Yulianto bersama istrinya, Karlina saat menerima bantuan di Warung MJ, Jalan Kapas Madya, Surabaya.
Yulianto bersama istrinya, Karlina saat menerima bantuan di Warung MJ, Jalan Kapas Madya, Surabaya.

MERAH PUTIH|Surabaya – Usianya sudah senja, pasangan suami istri (pasutri) ini masih setiap bersama dalam suka dan duka. Namun lantaran kena musibah, hidupnya menjadi susah.  Terlebih lagi sekarang diterpa pandemi virus corona (Covid-19).

Siang itu Yulianto (55) bersama istrinya, Karlina (50), melintas di Jalan Kapas Madya Barat II Kota Surabaya. Ada pemandangan tak biasa. Yulianto yang mengenakan kruk atau tongkat bantu jalan di kedua sisi tangannya membantu istrinya yang tengah duduk di kursi roda. Meski susah payah, pria berkaus oblong putih tetap mendorong kursi roda itu di saat terik matahari yang menyengat.

Hingga kemudian pasutri ini dipanggil oleh seorang pria yang jualan di depan minimarket. Yulianto dan Karlina lantas diberi makanan dan minuman. “Awalnya gak mau, tapi setelah saya beri pengertian beliau mau menerima makanan dan minuman. Juga saya beri masker, sambil kami berikan pemahaman bahaya Covid bisa menyerang siapa saja,” ucap Didik Kurniawan, pemilik Warung MJ yang didampingi istri dan anaknya, saat ditemui di lokasi jualannya di depan mini market tersebut, kemarin.

Yulianto pun menyampaikan terima kasihnya. Ternyata masih ada warga di kota Pahlawan yang masih peduli terhadap dirinya. Ia lantas menceritakan musibah yang dialaminya, hingga kini tak memiliki pekerjaan. “Istri saya bulan Agustus tahun 2015 tertimpa musibah sakit stroke,” cetus Yulianto dengan mata menerawang dan terdiam sesaat.

“Pada tahun yang sama pada bulan sebelas (November) saya mengalami kecelakaan jatuh dari terop. Tulang pinggul saya retak,” lanjut Yulianto sambil memegangi pundah istrinya yang duduk di kursi roda.

Akibat musibah itu, Yulianto maupun istrinya tak lagi bisa bekerja. Padahal ia memiliki tanggungan dua orang anak yang masih sekolah. “Anak pertama kelas dua SMP. Yang nomer dua kelas lima SD,” kata pasutri yang ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Jalan Pogot Jaya I/16, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

Merasa kasihan mendengar cerita Yulianto, Didik dan istrinya berinisiatif menggalang bantuan dengan menggandeng teman-temannya. “Keesokan harinya saya undang Pak Yulianto ini datang lagi ke warung MJ,” ujar Didik.

Alhamdulillah ada yang peduli, ada 10-an teman yang bantu selain keluarga saya. Uang hasil kumpulan dari teman-teman bisa kami berikan ke Pak Yulianto. Termasuk ada sembako dan pakaian,” terang pedagang yang tinggal di daerah Tambak Wedi ini.

Menurut Didik, dari hal itu ada hikmah yang bisa dipetik. “Sesusah apapun kondisi kita akibat pandemi Covid-19, ternyata masih ada orang yang lebih susah dari kita. Sepatutnya kita wajib bersyukur,” pungkas pria yang terpaksa dirumahkan karena tempatnya bekerja tutup akibat pandemi Covid-19. (*)

Editor : Ali Mahfud