Di Bali, Hasil Rapid Test Satu Orang WNA Positif Corona

Petugas kesehatan tengah memeriksa kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Bali. (Foto: ide)
Petugas kesehatan tengah memeriksa kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Bali. (Foto: ide)

MERAHPUTIH | BALI - Pemerintah Provinsi Bali mengumumkan jumlah pasien positif virus Corona hingga hari ini tercatat ada 28 orang yang dinyatakan positif Corona dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit." Ke 28 orang pasien terdiri dari 27 WNI dan 1 orang WNA," kata Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (9/4).

Dari 27 pasien WNI, sebagian besar merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang baru tiba di Pulau Dewata itu.

"Kecenderungan pasien positif dari PMI terus bertambah, kebanyakan WNI atau warga Bali yang bekerja di Amerika dan Italia, jumlahnya ada 15 orang. Harus kita terima karena mereka adalah warga kita," ucap Wayan Koster.

Pihaknya menyebut, warga Bali yang menjadi pekerja migran maupun Anak Buah Kapal (ABK) diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu orang. Tercatat sebanyak 6.174 dipulangkan sejak 29 Maret sampai 7 April 2020.

"Nanti malam akan pulang dari Amerika sebanyak 601 orang. Setiap hari ada yang pulang dari berbagai negara. Kebijakan kita di Bali, semuanya harus mengikuti Rapid Test agar diketahui kondisinya," paparnya.

Jika dinyatakan negatif saat Rapid Test, PMI diperbolehkan pulang tetapi harus mengikuti karantina mandiri di rumah dengan disiplin, dan diawasi oleh Satgas Gotong-royong Desa Adat.

"Mohon agar masyarakat di desanya bisa menerima kepulangan warganya itu, tapi harus diawasi ketat," ucap Gubernur, didampingi Kasatgas Penanggulangan Covid-19, Dewa Made Indra.

Sedangkan pekerja migran yang positif setelah dilakukan Rapid Test, maka harus di karantina di tempat yang telah disediakan oleh Pemprov Bali atau langsung dibawa ke rumah sakit rujukan.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri telah menyiapkan tempat karantina bagi warga Bali yang menjadi PMI/ABK dengan kapasitas 1.012 tempat tidur. Lokasinya di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (BPKM) Provinsi Bali, Badan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, Wisma Bima milik Kementerian PU, dan Politeknik Transportasi Darat milik Kementerian Perhubungan, sebagai cadangan.(ide/tji)



Editor : Tudji Martudji