Gubernur Perintahkan Desa di Jatim Buka Layanan Observasi Pemudik

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim memberikan keterangan. Setelah rapat koordinasi di Mapolda Jatim. ( foto : hmp/riski )
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim memberikan keterangan. Setelah rapat koordinasi di Mapolda Jatim. ( foto : hmp/riski )

MERAHPUTIH|SURABAYA - Penerapan Phyaical Distancing menjadi penting guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid19 di Jawa Timur.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim, Kamis (9/4), melakukan rapat koordinasi di Gedung Tribrata Polda Jatim.

Selesai rapat Khofifah menyampaikan, untuk menangani covid19, masing - masing daerah harus mempunyai layanan observasi ditingkat paling bawah, yakni RT/RW minimal ditingkat dusun maupun desa. Di Jawa Timur sendiri sampai saat ini sudah 30 persen dusun/ desa yang sudah mempunyai layanan observasi.

"Layanan observasi ini sangat penting bagi setiap dusun/ desa, nantinya layanan tersebut digunakan untuk warga Jatim yang akan mudik lebaran ke Jatim,"kata Khofifah kamis (9/4).

Gubernur Jatim memberikan contoh di lamongan, setelah mendapatkan laporan dari Bupati Lamongan, bahwa sudah ada 1000 warga Lamongan yang datang dari Jakarta. Mereka ini harus di lakukan observasi terlebih dahulu sebelum bertemu dengan keluarga. Sehingga, penerapan Physical Distancing maupun Social Distancing yang diterapkan oleh Pemerintah, masyarakat harus tetap mentaati aturan tersebut.

"Saya berharap masyarakat dapat mematuhi dan dapat bekerjasama dengan Pemerintah," ucap Khofifah. ( ris)

Editor : Lasiono