Waspada Meningitis Orang Dewasa

Pusing dan leher kaku, salah satu gejala meningitis. Foto : hallosehat
Pusing dan leher kaku, salah satu gejala meningitis. Foto : hallosehat

MERAHPUTIH |SURABAYA – Baru menjalani kehidupannya dengan kehadiran seorang buah hati, Glen Fredly harus menghadap Sang Pencipta. Apa gerangan penyakit yang dideritanya.

Meningitislah penyakit yang dideritanya. Penyakit yang belum dianggap biasa ini sebenarnya dapat membunuh penderita dalam waktu yang sangat singkat. Disnilah perlunya kewaspadaan. Melansir Healthline dan alodokter, meningitis merupakan peradangan pada meninges, yakni sistem membran yang melindungi sistem saraf pusat. Sementara meninges sendiri terdiri dari tiga selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat terjadi ketika cairan di sekitar meninges atau selaput yang melapisi otak terinfeksi.

Menular melalui batuk dan bersin

Penyebab utama meningitis adalah infeksi virus dan bakteri. Tetapi juga bisa terjadi ketika daya tahan tubuh melemah akibat kanker, iritasi kimia, jamur atau parasite dan alergi obat. Kewaspadaan memang harus ditingkatkan saat seseorang menderita meningitis. Sebab penularan penyakit ini melalui batuk dan bersin, bahkan kontak dekat dengan pasien.

Bahkan penyakit ini bukan hanya menjangkiti orang dewasa, penyakit ini menyerang semua usia, termasuk anak-anak dan bayi. Bila tak ditangani secara tepat, kondisi ini akan memburuk dan memicu komplikasi seperti kejang serta gagal ginjal.

Gejala awal meningitis mirip sekali dengan flu, suhu tubuh meningkat, ada bersin dan disertai kejang serta kaku pada leher. Pada bayi di bawah usia 2 tahun, meningitis umumnya ditandai dengan memunculnya benjolan di kepala. Nafsu makan penderita meningitis juga akan menurun secara perlahan. Siapa saja yang berisiko, mereka yang sedang terinfeksi kuman, memiliki kanker dan lupus, efek samping obat dan operasi otak. Risiko penyakit ini juga akan meningkat pada ibu hamil atau lupa jalani imunisasi.

Pengobatan

Meski kasusnya jarang, namun menjadi penyakit yang membunuh dalam waktu singkat. Meski demikian, penyakit ini dapat diobati bergantung penyebabnya. Misalnya dokter akan merespkan antimikroba atau memberikan terapi lain bila meningitis disebabkan kanker atau lupus.

Penyakit ini juga dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari kondisi yang dapat memicu penyebaran infeksi. Sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi PCV sesuai petunjuk dokter.  (alodokter/ayn)

 

 

 

Editor : Ayun Rahmawati