Warga Tak Bermasker Dipenjara Tiga Hari

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji memimpin langsung jalannya Operasi Yustisi Pelanggar menjalani sidang di tempat. (FOTO: HMP/lis)
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji memimpin langsung jalannya Operasi Yustisi Pelanggar menjalani sidang di tempat. (FOTO: HMP/lis)

MERAHPUTIH|Sidoarjo - Petugas gabungan TNI Polri Satpol PP dan Dishub menggelar razia masker sebagai bentuk implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan  penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, di sejumlah  titik di Sidoarjo , Senin (14/9).

Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Mohammad Iswan Nusi berlangsung mulai pukul 08.00 WIB diikuti oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo. Petugas mengamankan belasan orang yang tidak memakai masker. Mereka ada yang naik motor, angkutan umum hingga mobil pribadi.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menjelaskan, Operasi Yustisi dengan sasaran orang tak bermasker akan rutin dilakukan setiap hari. Penindakan tegas ini dilakukan agar masyarakat jera tak melanggar protokol kesehatan.

"Ya ini upaya tegas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Makanya jangan lupa patuhi protokol kesehatan, jangan lupa mengenakan masker saat keluar rumah bila tidak ingin dikenakan sanksi sosial hingga sanksi denda maksimal Rp. 500 ribu," jelas Kombes Pol. Sumardji.

Pelanggar protokol kesehatan menjalani sidang ditempat dan harus membayar uang denda hari itu juga. Mereka rata-rata didenda Rp150 ribu atau apabila tidak bisa membayar maka harus menjalani kurungan selama tiga hari.

Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan ini sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020. Perda ini adalah perubahan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Dalam pasal 27 C perda tersebut, pelanggar perorangan dikenai denda maksimal Rp500 ribu, sementara untuk perusahaan maksimal Rp 100 juta. Dan peraturan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan ini juga sebagaimana diatur dalam Perbup Sidoarjo nomor 58 tahun 2020.

"Karena ini masih hari pertama, denda yang dikenakan Rp150 ribu, namun kalau melanggar lagi akan dilipatkan dendanya," kata pelaksana harian Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.

Petugas akan terus menggiatkan Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Inpres nomor 6 tahun 2020. Baik pagi sampai dengan malam, dengan lokasi operasi macam-macam. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan disiplin pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. (lis/lmi)

 

 

Editor : Eko Yudiono