Menteri Agama Fachrul Razi juga Terjangkit Covid-19

Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi

MERAH PUTIH | Jakarta – Penyebaran virus corona (Covid-19) makin ganas. Kini sejumlah pejabat negara terserang virus mematikan itu. Usai tiga komisioner KPU RI dan Menteri KKP, kini giliran Menteri Agama Fachrul Razi yang terkonfirmasi positif Covid-19. Lulusan Akademi Militer 1970 ini sekarang menjalani isolasi di rumah sakit.

Meski demikian, Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal menegaskan kondisi Fachrul Razi tetap baik-baik saja. "Beliau kondisinya baik. Agar proses pemulihan lebih optimal, beliau menjalani proses isolasi dan perawatan di rumah sakit," kata Kevin Haikal dalam keterangannya yang diterima Senin (21/9).

Menag Fachrul Razi terkonfirmasi positif COVID-19 setelah melakukan tes usap pada 17 September 2020. "Untuk lokasi rumah sakit, kami mohon pengertian saudara-saudara sekalian belum bisa kami informasikan. Karena kami ingin bapak istirahat dan sembuh total dulu," ujarnya.

Hal senada disampaikan Jubir Kementerian Agama Oman Fathurrahman. Menurutnya, Menag sementara ini akan fokus menjalani proses isolasi dan pemulihan kesehatan.

Untuk pelaksanaan tugas birokrasi, Menag sudah mengoordinasikan sekaligus mendelegasikan tugas tersebut kepada Wakil Menteri Agama, serta memberi arahan kepada para pejabat terkait.

"Siapapun bisa terkena COVID-19, tidak ada kecuali, mari kita saling berempati, saling menguatkan, dan berikhtiar dengan mematuhi protokol kesehatan. Semoga pandemi ini bisa segera teratasi," ujar Oman.

Sementara itu, Pemerintah melaporkan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Tercatat kasus positif virus corona (Covid-19) pada 21 September 2020 bertambah 4.176. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi setelah sebelumnya rekor tertinggi penambahan kasus sebanyak 4.168 kasus pada 19 September 2020.

Dengan tambahan 4.176 kasus baru tersebut, total hingga hari ini terdapat 248.852 kasus positif di Indonesia. Tambahan 4.176. Kasus baru itu merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 27.525 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). (jta/ara)

Editor : Ali Mahfud