Ning Tiwi Pimpin DPD FTPI Jatim
MERAHPUTIH| SURABAYA- Berawal dari kepedulian terhadap redupnya olahraga tinju di Jawa Timur, Hj Sri Setyo Pertiwi tergerak dan akhirnya mau berkecimpung di dunia baku pukul. Ning Tiwi-panggilan karibnya, akhirnya dilantik menjadi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) Jawa Timur periode 2020.
Pelantikannya dilakukan di Gedung Serbaguna Ratu Ebu Kabupaten Bangkalan, Senin (21/9) lalu. Ning Tiwi dilantik langsung oleh Ketua Umum FTPI, Neneng A Tuty. Usai dilantik Tiwi punya segudang rencana. "Yang patut digarisbawahi adalah, tinju itu bisa mencegah anak-anak kita agar tidak tawuran di jalan. Nah, energi positif mereka bisa disalurkan melalui olahraga tinju," terang wanita berhijab itu.
Kata Tiwi, membangun bangun bisa melalui apa saja. Termasuk via olahraga. Nah, kenapa tinju yang ia pilih? "Itu semua berawal dari kepedulian saya. Saya mikirnya begini. Kok nggak ada petinju kelas dunia lagi pasca Elyas Pikal," ungkapnya.
Untuk menghargai jasa-jasa petinju legendaris itu, DPD Jatim saat ini tengah membangun sasana tinju yang diberi nama Elyas Pikal di kawasan Ngagel, Surabaya. "Pembangunannya sedang on progres. Mudah-mudahan Desember sudah bisa dipakai," harapnya. Yang terpenting menurut Tiwi adalah goalnya dari DPD FTPI Jawa Timur. "Kami ingin mencetak petinju kelas dunia dari Jawa Timur. Pokoknya harus secepatnya," paparnnya.
Untuk itu ia berharap, semua stake holder bisa men-support mereka. "Alhamdulillah KONI, Dispora dan Menpora sangat membantu kami," imbuhnya. Ke depan Tiwi berharap, tayangan tinju di TV akan diisi petinju-petinju dari Indonesia utamanya dari Jawa Timur. "Sekali lagi kami ingin mencetak bibit-bibit petinju yang nantinya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional dan internasional," sambung Tiwi.
Di bagian lain, Ketua Umum FTPI, Neneng A. Tuty, mengatakan FTPI didirikan bertujuan untuk meningkatkan tinju profesional menjadi internasional, mulai tingkat daerah hingga nasional dengan menggelar pertarungan tinju taraf internasional. Hal ini guna melahirkan juara tinju kelas dunia.(red)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih